Kasus Asusila di Lumajang: Kakek Saturi Diduga Setubuhi Anak Tetangga Berusia 5 Tahun - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Kriminal · 10 Jul 2025 09:04 WIB ·

Kasus Asusila di Lumajang: Kakek Saturi Diduga Setubuhi Anak Tetangga Berusia 5 Tahun


 Kasus Asusila di Lumajang: Kakek Saturi Diduga Setubuhi Anak Tetangga Berusia 5 Tahun Perbesar

Lumajang, – Warga Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang dikejutkan oleh penangkapan seorang pria lanjut usia berinisial Saturi (71), yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak perempuan berusia 5 tahun, tetangganya sendiri.

Kasus ini mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat karena pelaku merupakan sosok yang seharusnya dihormati sebagai orang tua, sementara korban masih sangat belia dan rentan.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menjelaskan bahwa Saturi telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebanyak empat kali.

Baca juga: Rokok Ilegal dan Miras Beredar di Probolinggo dan Lumajang, Bea Cukai Bertindak

Kejadian tragis ini bermula ketika pelaku melihat korban sedang bermain di halaman rumahnya. Dengan modus mengundang korban untuk bermain, Saturi mengajak anak tersebut masuk ke dalam rumahnya.

Dua dari empat tindakan asusila itu dilakukan di dalam kamar pelaku, sementara dua lainnya terjadi di luar ruangan namun masih di sekitar kediaman mereka.

Baca juga: Pendapatan Daerah Lumajang Diincar dari Sektor Wisata, Regulasi Pajak Segera Disahkan

“Pelaku melakukan pelecehan sebanyak dua kali di dalam kamar dan dua kali di luar ruangan, tetap di sekitar rumah pelaku,” jelas Kapolres pada Kamis (10/7/25).

Menurutnya, pelaku tidak memberikan ancaman atau iming-iming apapun kepada korban karena usia korban yang masih sangat muda sehingga tidak mengerti apa yang sedang dialaminya.

Kasus ini baru terungkap setelah korban menceritakan pengalaman traumatisnya kepada seorang teman, yang kemudian menyampaikan kepada orang tua korban. Setelah mendapat laporan, orang tua korban melakukan konfirmasi dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Pemeriksaan medis (visum) yang dilakukan terhadap korban memperkuat bukti bahwa pelecehan seksual benar-benar terjadi.

“Saturi kini dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mengatur tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ancaman hukuman bagi pelaku minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Empat Pohon Mahoni Dipotong dengan Chain Saw di Hutan Produksi Klakah, Dua Warga Diamankan

22 September 2026 - 15:48 WIB

Curanmor di Ranuyoso Berujung Maut: Motor Dicuri, Pelaku Dikejar hingga Kecelakaan

22 September 2026 - 11:04 WIB

Dari RT hingga Kampus, Kekerasan Seksual di Lumajang Menghadapi Satu Masalah: Takut Melapor

18 September 2026 - 11:57 WIB

Satu Komponen Hilang, Penerangan Jalan Nogosari Lumajang Terganggu

17 September 2026 - 15:22 WIB

Usai Membacok Korban, Terlapor Kabur: Polisi Amankan Scoopy Putih di Kasus Tempursari

17 September 2026 - 10:36 WIB

Jambret di Salon Hilda, Pelaku Sempat Dimassa Warga Sebelum Dievakuasi Polisi ke Rumah Sakit

14 September 2026 - 12:06 WIB

Trending di Kriminal