Ketika Pemerintah Lumajang Menyapa Hingga ke Dapur Lansia - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 28 Mei 2025 09:55 WIB ·

Ketika Pemerintah Lumajang Menyapa Hingga ke Dapur Lansia


 Ketika Pemerintah Lumajang Menyapa Hingga ke Dapur Lansia Perbesar

Di sebuah rumah tua di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, hidup seorang nenek bernama Buati. Ia tinggal sendirian di rumah berdinding lapuk dan atap bocor. Meski sudah lanjut usia, Buati menolak pindah ke Griya Lansia. Ia memilih tetap tinggal di rumah yang penuh kenangan.

Hari ini, suasana rumah Buati berubah. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), datang langsung mengunjunginya. Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi menetapkan rumah Buati sebagai penerima program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Rumah ini memang tidak layak, tapi Mbah Buati ingin tetap tinggal di sini. Itu keinginan yang harus kita hormati,” kata Bunda Indah.

Bantuan yang Menghargai Pilihan

Tidak hanya perbaikan fisik, Buati juga mendapatkan layanan makanan hangat dua kali sehari. Tim kesehatan rutin memeriksanya. Pemerintah tidak hanya memberi bantuan, tapi juga menghargai martabat dan pilihan hidup seorang warga lanjut usia.

“Kami hadir bukan hanya untuk memperbaiki rumah, tapi menjaga kehormatan beliau,” tegas Bunda Indah.

Kebijakan dengan Empati

Pemerintah menunjukkan pendekatan yang berbeda. Tidak sekadar data dan anggaran, tetapi juga sentuhan hati. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kebijakan bisa menyentuh sisi kemanusiaan jika dijalankan dengan empati.

Kisah Buati adalah cerminan bahwa kehadiran negara bisa terasa hingga ke dapur warga yang paling sederhana. Bukan hanya renovasi rumah, tetapi juga pengakuan terhadap hak untuk tetap tinggal di tanah kelahiran.

Di antara genteng yang diganti dan tembok yang diperbaiki, Buati mendapat sesuatu yang lebih penting: rasa dihargai dan diperhatikan. Bukan karena status sosialnya, tapi karena ia warga Lumajang yang tetap layak dipeluk oleh negara.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah