205 Koperasi di Lumajang Siap Didirikan, Menuju Desa Kuat dan Mandiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 14 Mei 2025 10:59 WIB ·

205 Koperasi di Lumajang Siap Didirikan, Menuju Desa Kuat dan Mandiri


 205 Koperasi di Lumajang Siap Didirikan, Menuju Desa Kuat dan Mandiri Perbesar

Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan dukungannya terhadap pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai strategi memperkuat ekonomi desa. Langkah ini mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang menargetkan berdirinya 80.000 koperasi secara nasional.

Menjelang Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025, Lumajang menyiapkan pendirian 205 koperasi yang tersebar di seluruh desa. Target ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Muhammad Ridha, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Lumajang, menegaskan pentingnya membentuk koperasi yang benar-benar aktif dan bermanfaat.

“Koperasi harus hadir sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan warga, bukan hanya formalitas. Kita ingin koperasi yang produktif dan tumbuh dari kebutuhan nyata desa,” tegasnya, Jumat (9/5/2025).

Sebagai bentuk persiapan, Pemkab telah melaksanakan sosialisasi intensif kepada kepala desa, lurah, dan BPD. Dalam forum tersebut, peserta diberikan pelatihan mengenai pendidikan koperasi, perencanaan kelembagaan, dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Menurut Ridha, koperasi tidak boleh hanya berkutat pada simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi harus menjadi alat pemerataan ekonomi, mendukung ketahanan pangan, dan membuka lapangan kerja di tingkat desa.

“Dengan semangat gotong royong dan bendera Merah Putih, desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri,” ujarnya.

Guna mencapai keberhasilan, Pemkab Lumajang mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah desa dan masyarakat. Ridha juga menyebut bahwa koperasi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk membangun struktur ekonomi desa yang lebih tangguh.

Melalui gerakan koperasi ini, Lumajang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga berfokus pada kualitas, keberlanjutan, dan dampak langsung terhadap warga.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah