Lebih Awal dari Pemerintah, Ratusan Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Gelar Tarawih 23 Rakaat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 17 Feb 2026 11:11 WIB ·

Lebih Awal dari Pemerintah, Ratusan Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Gelar Tarawih 23 Rakaat


 Lebih Awal dari Pemerintah, Ratusan Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Gelar Tarawih 23 Rakaat Perbesar

Jember, – Suasana malam di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, Senin (16/2/2026) dipenuhi lantunan ayat suci dan doa khusyuk dari ratusan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror.

Malam itu, para santri dan warga pondok pesantren melaksanakan salat Tarawih sebanyak 23 rakaat sebagai penanda dimulainya ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, satu hari lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Tarawih malam itu dimulai pukul 19.30 WIB, di halaman dan masjid ponpes yang dipenuhi santri dan warga. Lampu-lampu temaram dan suara merdu imam menciptakan suasana yang khidmat.

Para jemaah, dari berbagai usia, mengikuti rakaat demi rakaat dengan penuh konsentrasi, menandakan kesiapan mereka menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Yang menarik, penetapan awal puasa ini tidak menggunakan metode rukyatul hilal atau hisab modern yang biasa diterapkan oleh sebagian umat Islam di Indonesia.

Pengasuh ponpes, KH Ali Wafa Abdullah, menjelaskan bahwa mereka mengikuti metode perhitungan turun-temurun dari para kiai sepuh pondok pesantren.

“Kami menghitung lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya, dan enam hari setelah wukuf. Ini merupakan tradisi dari guru kami, KH Abdul Hamid, yang merujuk pada kitab Nushatul Majaalis wa Muntohabul Nafaais,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Tradisi ini telah diterapkan sejak 1826, menunjukkan konsistensi Ponpes Mahfilud Duror menjaga warisan keilmuan dan spiritualitas yang telah diwariskan lintas generasi.

Menurut KH Ali Wafa, meski berbeda dengan metode hisab modern, cara ini tetap sah dan menjadi pedoman bagi jemaahnya.

“Yang salah itu yang tidak puasa. Yang berbeda, itu bagian dari keragaman dan rahmat Tuhan,” jelasnya.

Malam Tarawih juga diwarnai kegiatan pengajian dan tadarus Al-Qur’an. Santri dari berbagai tingkatan membaca surat-surat pendek hingga panjang secara bergantian, menambah kekhidmatan malam pertama Ramadan.

Selain aspek spiritual, perhitungan awal Ramadan ini juga menentukan durasi puasa yang genap 30 hari. KH Ali Wafa memperkirakan, jika metode ini diterapkan secara konsisten, pelaksanaan Idul Fitri di lingkungan pondok pesantren kemungkinan akan lebih awal dibanding masyarakat luas.

“Ini bukan soal siapa duluan, tapi soal kesungguhan menjalankan ibadah,” tambahnya.

Rasa kekhidmatan dan kebersamaan semakin terasa ketika lampu-lampu masjid menyala temaram, suara adzan malam berkumandang, dan aroma dupa ringan menebar di udara.

Bagi para santri, Tarawih bukan sekadar kewajiban, tapi juga sarana menguatkan iman, melatih disiplin, dan merasakan keberkahan bulan Ramadan yang sudah dirindukan.

Bagi masyarakat sekitar, tradisi perhitungan orang sepuh ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menghargai warisan spiritual dan menghormati perbedaan.

KH Ali Wafa menekankan bahwa perbedaan penetapan awal puasa merupakan kekayaan umat Islam. “Yang penting tetap menjaga ibadah, saling menghormati, dan menjalankan puasa dengan penuh khusyuk,” ujarnya.

Beberapa warga tua duduk di pinggir masjid, sesekali memberi petunjuk atau membimbing anak-anak dalam membaca doa dan bacaan rakaat.

“Malam ini sangat berkesan. Suasana khusyuk membuat hati tenteram,” kata Siti Aminah, salah seorang warga setempat.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah