LUMAJANG – Keterbatasan biaya tidak boleh menghentikan langkah anak untuk meraih pendidikan. Pesan itu mengiringi penyerahan beasiswa kepada lima anak di Kecamatan Sukodono dalam rangkaian Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu), Selasa (15/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang memberikan bantuan pendidikan tersebut di Pendopo Kecamatan Sukodono. Bupati Lumajang Indah Amperawati menyerahkan langsung beasiswa kepada para penerima.
Dukungan pendidikan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap keberlanjutan sekolah anak. Pemkab Lumajang ingin memastikan persoalan biaya tidak membuat anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Bunda Indah: Jangan Sampai Biaya Menghentikan Sekolah Anak
Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa pemerintah harus mengarahkan bantuan kepada kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, pendidikan termasuk kebutuhan penting yang harus terus mendapat perhatian.
“Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat. Untuk pendidikan, jangan sampai ada anak yang terhambat melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” ujar Bunda Indah.
Bagi lima penerima, beasiswa ini tidak sekadar membantu kebutuhan pembiayaan sekolah. Dukungan tersebut juga menjadi dorongan agar mereka terus belajar, menjaga semangat, dan mengejar cita-cita meski keluarga menghadapi berbagai tantangan.
Bunda Indah juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan dengan baik untuk mendukung kebutuhan pendidikan. Ia mendorong anak-anak tersebut untuk tetap tekun belajar dan tidak mudah menyerah.
Pemkab Lumajang dan Baznas Perkuat Dukungan Pendidikan
Pemkab Lumajang menggandeng Baznas Kabupaten Lumajang dalam memberikan dukungan pendidikan kepada lima anak tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan peran berbagai pihak dalam membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap bersekolah.
Perhatian terhadap pendidikan, kata Bunda Indah, tidak berhenti pada kegiatan belajar di sekolah. Pemerintah juga perlu memastikan anak memiliki ruang untuk terus berkembang dan mempersiapkan masa depan.
Karena itu, dukungan pendidikan perlu berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu anak menghadapi kendala pendidikan.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut juga dapat membantu mengurangi beban kebutuhan sekolah. Sementara bagi anak-anak, dukungan itu menjadi pengingat bahwa banyak pihak ikut mendorong mereka untuk terus melangkah.
Setormadu Dekatkan Pemerintah dengan Kebutuhan Warga
Setormadu menjadi salah satu cara Pemkab Lumajang untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan di tingkat kecamatan, pemerintah dapat mendengar persoalan warga, melihat kebutuhan secara langsung, lalu mencari solusi bersama.
“Dengan Setormadu, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Kami melihat langsung apa yang dibutuhkan, kemudian mencari solusi bersama agar program pemerintah tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.
Penyerahan beasiswa di Sukodono menjadi salah satu contoh bagaimana pertemuan langsung antara pemerintah dan masyarakat dapat membuka ruang untuk menghadirkan dukungan yang sesuai kebutuhan.
Pemkab Lumajang berharap kolaborasi dalam bidang pendidikan terus berkembang. Dengan dukungan bersama, lebih banyak anak dapat mempertahankan langkahnya di dunia pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan tanpa menjadikan keterbatasan biaya sebagai penghalang.
Tinggalkan Balasan