Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 20 Jun 2026 14:14 WIB ·

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan


 Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan Perbesar

Lumajang, – Korban letupan sekunder di area tambang Semeru kini menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka bakar hingga 80 persen tubuh. Peristiwa itu menunjukkan bahwa material vulkanik yang tampak aman belum tentu kehilangan daya rusaknya.

Aktivitas penambangan material vulkanik di lereng Gunung Semeru kembali menyisakan pelajaran mahal. Seorang penambang yang berangkat mencari nafkah pada dini hari kini harus berjuang mempertahankan hidup setelah mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh akibat letupan sekunder material panas.

Korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Tim medis menyatakan luka bakar yang dialami mencapai lebih dari 80 persen tubuh, kondisi yang masuk kategori sangat berat dan mengancam nyawa.

Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, Wawan Arwijanto, mengatakan tim dokter telah melakukan operasi pembersihan luka bakar, pemasangan saluran cairan, serta alat bantu pernapasan untuk menunjang kondisi pasien.

“Korban sudah dilakukan penanganan awal, operasi untuk membersihkan semua luka bakarnya, memasang saluran untuk pemberian cairan, kemudian memasang saluran untuk membantu pernapasan,” kata Wawan, Sabtu (20/6/2026).

Menurut dia, tingkat luka bakar yang dialami korban jauh di atas batas yang biasanya dianggap berbahaya dalam dunia medis.

“Luka ini luka bakar 80 persen lebih. Jadi ini kondisi yang sangat membahayakan. Biasanya di atas 40 persen saja sudah bahaya,” ujarnya.

Peristiwa itu bermula ketika korban berangkat menuju lokasi tambang sekitar pukul 01.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, timbunan material vulkanik yang ditambang diduga masih menyimpan panas tinggi dan memicu letupan sekunder yang mengenai hampir seluruh tubuh korban.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman Semeru tidak selalu datang dalam bentuk erupsi besar atau awan panas guguran yang terlihat jelas.

Menurut dia, material vulkanik yang telah mengendap di kawasan aliran lahar masih dapat menyimpan energi panas dalam waktu lama. Kondisi itu kerap luput dari perhatian masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana.

Selama ini, aktivitas penambangan material vulkanik menjadi salah satu sumber penghidupan warga di sekitar Semeru.

Namun di balik nilai ekonomi yang dihasilkan, terdapat risiko yang tidak selalu terlihat di permukaan.

Material yang tampak dingin dan aman belum tentu benar-benar kehilangan panasnya. Dalam kondisi tertentu, timbunan material tersebut masih dapat memicu letupan yang membahayakan siapa saja yang berada di sekitarnya.

“Pemkab Lumajang sebenarnya telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Semeru,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah