Pengelolaan Sampah Terpadu Lumajang Untuk Masa Depan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 20 Jul 2026 08:09 WIB ·

Lumajang Berpeluang Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Terpadu


 Lumajang Berpeluang Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Terpadu Perbesar

Kabupaten Lumajang berpeluang menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah terpadu. Pemerintah pusat menawarkan peluang tersebut melalui Local Service Delivery Improvement Project atau LSDP.

Program itu akan memperkuat layanan persampahan di daerah. Selain itu, program tersebut akan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, menyampaikan peluang tersebut saat mengunjungi TPA Lempeni.

Kunjungan berlangsung di Kecamatan Tempeh, Sabtu (18/7/2026). Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turut mendampingi kunjungan tersebut.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, juga mengikuti peninjauan.

Bappenas Nilai Lumajang Memiliki Prospek Kuat

Medrilzam menjelaskan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan skema pengelolaan sampah bagi kabupaten. Program itu menyasar daerah dengan timbulan sampah di bawah 500 ton per hari.

Menurutnya, Lumajang memiliki prospek kuat untuk mengikuti program tersebut. Hasil peninjauan awal menunjukkan kesiapan daerah yang cukup baik.

“Kami melihat prospek pengembangan pengolahan sampah melalui LSDP ini sangat feasible untuk dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyebut Lumajang sebagai salah satu calon lokasi program. Namun, pemerintah daerah masih perlu menyempurnakan beberapa aspek.

Pemkab Lumajang perlu menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas. Selain itu, pemerintah harus memperbaiki akses menuju lokasi tersebut.

Infrastruktur Pengolahan Sampah Ditargetkan Mulai 2028

Medrilzam menjelaskan tahapan pelaksanaan program LSDP. Pemerintah akan memulai persiapan setelah menentukan lokasi.

Tahap tersebut mencakup penguatan regulasi dan penyediaan data. Pemerintah juga akan menyiapkan lahan serta memberdayakan masyarakat.

Selanjutnya, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur mulai 2028. Infrastruktur tersebut mencakup TPS 3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu.

Melalui sistem ini, pemerintah akan menangani sekitar 240 ton sampah setiap hari. Saat ini, volume sampah tersebut belum tertangani secara optimal.

Masyarakat akan memilah sampah sejak dari rumah. Kemudian, petugas akan mengolah sampah di TPS 3R dan TPST.

Dengan pola tersebut, hanya sampah residu yang masuk ke TPA. Sistem ini juga akan memperpanjang usia layanan TPA.

Bunda Indah Tegaskan Kesiapan Pemerintah Daerah

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan kesiapan pemerintah daerah. Pemkab akan memenuhi seluruh persyaratan dari pemerintah pusat.

Pemerintah akan menyediakan lahan dan memperkuat infrastruktur pendukung. Selain itu, Pemkab akan mendorong masyarakat agar aktif mengelola sampah.

Menurut Bunda Indah, kolaborasi menjadi faktor utama keberhasilan program. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bekerja bersama.

Sinergi tersebut akan membantu program berjalan sesuai target. Pada akhirnya, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung.

Apabila program LSDP berjalan, layanan persampahan Lumajang akan semakin baik. Volume sampah yang masuk ke TPA juga akan berkurang.

Selain itu, masyarakat dapat mengolah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Dengan demikian, Lumajang dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah