Graduasi PKH Lumajang: Kesuksesan Menuju Mandiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 3 Okt 2025 15:45 WIB ·

Lumajang Catat Graduasi PKH, Ratusan Keluarga Bebas dari Jerat Kemiskinan


 Lumajang Catat Graduasi PKH, Ratusan Keluarga Bebas dari Jerat Kemiskinan Perbesar

Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah kondisi permanen. Sepanjang tahun 2024, tercatat 266 KPM berhasil “graduasi” dari program bantuan sosial, menandai kemampuan mereka untuk mandiri tanpa lagi mengandalkan subsidi pemerintah.

Koordinator PKH Lumajang, Akbar Al-Amin, menyebut fenomena graduasi ini sebagai indikator keberhasilan program dalam mendorong keluarga miskin keluar dari jerat ekonomi.

“Graduasi PKH terus berlangsung. Tahun lalu, ada 266 KPM yang dinyatakan mandiri. Saat ini, total penerima PKH di Lumajang tinggal 36.881 keluarga,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Menurut Akbar, proses graduasi bukan sekadar penghentian bantuan, melainkan strategi pemerintah untuk mendorong keluarga membangun usaha dan kemandirian ekonomi. Banyak KPM yang telah memulai usaha produktif sebagai sumber penghasilan utama.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pemberdayaan sosial ekonomi.

“Sebagian besar keluarga yang graduasi mengaku mampu mandiri karena mulai berusaha sendiri. Pemerintah melalui PSSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) memberikan modal awal sekitar 5 juta rupiah, dan mereka mengelolanya untuk membangun usaha kecil,” jelasnya.

Bunda Indah menekankan bahwa PKH bukan hanya soal bantuan tunai, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan finansial dan keterampilan hidup. Dengan begitu, bantuan sosial berperan sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi.

Para keluarga yang lulus dari PKH kini menekuni beragam usaha, mulai dari membuka warung, mengelola pertanian, hingga mengembangkan kerajinan lokal. Keberhasilan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bantuan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ekonomi lokal.

Meski jumlah penerima PKH berkurang karena graduasi, Akbar memastikan pemerintah tetap menyiapkan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga yang masih menjadi peserta. Pendampingan tersebut meliputi pembinaan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan psikososial.

“Graduasi bukan akhir, melainkan awal kemandirian. Kami ingin setiap keluarga yang keluar dari PKH memiliki bekal cukup untuk mengelola kehidupannya sekaligus memberi inspirasi bagi lingkungannya,” pungkasnya.

Keberhasilan 266 keluarga di Lumajang menjadi cermin bahwa dengan pendampingan, modal usaha, dan kemauan untuk berusaha, keluarga miskin dapat bangkit. Program PKH pun terbukti menjadi kombinasi efektif antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan produktif.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah