Graduasi PKH Lumajang: Kesuksesan Menuju Mandiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 3 Okt 2025 15:45 WIB ·

Lumajang Catat Graduasi PKH, Ratusan Keluarga Bebas dari Jerat Kemiskinan


 Lumajang Catat Graduasi PKH, Ratusan Keluarga Bebas dari Jerat Kemiskinan Perbesar

Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah kondisi permanen. Sepanjang tahun 2024, tercatat 266 KPM berhasil “graduasi” dari program bantuan sosial, menandai kemampuan mereka untuk mandiri tanpa lagi mengandalkan subsidi pemerintah.

Koordinator PKH Lumajang, Akbar Al-Amin, menyebut fenomena graduasi ini sebagai indikator keberhasilan program dalam mendorong keluarga miskin keluar dari jerat ekonomi.

“Graduasi PKH terus berlangsung. Tahun lalu, ada 266 KPM yang dinyatakan mandiri. Saat ini, total penerima PKH di Lumajang tinggal 36.881 keluarga,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Menurut Akbar, proses graduasi bukan sekadar penghentian bantuan, melainkan strategi pemerintah untuk mendorong keluarga membangun usaha dan kemandirian ekonomi. Banyak KPM yang telah memulai usaha produktif sebagai sumber penghasilan utama.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pemberdayaan sosial ekonomi.

“Sebagian besar keluarga yang graduasi mengaku mampu mandiri karena mulai berusaha sendiri. Pemerintah melalui PSSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) memberikan modal awal sekitar 5 juta rupiah, dan mereka mengelolanya untuk membangun usaha kecil,” jelasnya.

Bunda Indah menekankan bahwa PKH bukan hanya soal bantuan tunai, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan finansial dan keterampilan hidup. Dengan begitu, bantuan sosial berperan sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi.

Para keluarga yang lulus dari PKH kini menekuni beragam usaha, mulai dari membuka warung, mengelola pertanian, hingga mengembangkan kerajinan lokal. Keberhasilan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bantuan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ekonomi lokal.

Meski jumlah penerima PKH berkurang karena graduasi, Akbar memastikan pemerintah tetap menyiapkan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga yang masih menjadi peserta. Pendampingan tersebut meliputi pembinaan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan psikososial.

“Graduasi bukan akhir, melainkan awal kemandirian. Kami ingin setiap keluarga yang keluar dari PKH memiliki bekal cukup untuk mengelola kehidupannya sekaligus memberi inspirasi bagi lingkungannya,” pungkasnya.

Keberhasilan 266 keluarga di Lumajang menjadi cermin bahwa dengan pendampingan, modal usaha, dan kemauan untuk berusaha, keluarga miskin dapat bangkit. Program PKH pun terbukti menjadi kombinasi efektif antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan produktif.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah