Strategi Bebas PMK 2030 di Kabupaten Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 7 Agu 2025 05:01 WIB ·

Melindungi Ekonomi Desa, Lumajang Jalankan Strategi Nasional Bebas PMK 2030


 Melindungi Ekonomi Desa, Lumajang Jalankan Strategi Nasional Bebas PMK 2030 Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan sektor peternakan melalui program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara gratis. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Karangsejati, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Vaksinasi tersebut bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Seluruh agenda ini mendukung Strategi Nasional Penanganan PMK yang tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah menjalankan strategi konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa.

“Kami ingin memastikan peternakan rakyat tetap sehat, produktif, dan mampu menopang ekonomi keluarga. Ini sejalan dengan prioritas nasional untuk menjaga kestabilan pangan,” ujar Bunda Indah.

Akses Layanan Sampai Pelosok Lewat “Setor Madu”

Program vaksinasi PMK ini juga menjadi bagian dari layanan terintegrasi “Setor Madu” (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu). Melalui inovasi ini, Pemkab Lumajang memastikan bahwa masyarakat pelosok tetap mendapat layanan kesehatan hewan yang berkualitas. Layanan tersebut mencakup vaksinasi, pemberian vitamin dan mineral, pengobatan cacing, serta penyemprotan disinfektan.

“Kami tidak hanya bergerak saat wabah menyerang. Pemerintah hadir lebih dulu, sebelum peternak terdampak. Inilah bentuk nyata pelayanan preventif,” tambahnya.

Selain itu, pendekatan ini selaras dengan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan PMK 2023–2026. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas PMK pada tahun 2030 melalui strategi wilayah, partisipasi masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan hewan secara menyeluruh.

Sasar Peternak Kecil, Jaga Ekonomi Lokal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menyatakan bahwa vaksinasi difokuskan pada hewan ternak prioritas seperti sapi dan kambing. Sasaran utamanya adalah peternak kecil, yang paling rentan terdampak secara ekonomi jika wabah terjadi.

“Langkah ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tapi juga melindungi sumber penghidupan masyarakat desa,” ungkap Retno.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, program ini menunjukkan bagaimana kebijakan nasional bisa diterjemahkan secara efektif di tingkat lokal. Edukasi, partisipasi warga, dan aksi nyata menjadi kunci keberhasilan strategi menuju Indonesia bebas PMK.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah