Strategi Bebas PMK 2030 di Kabupaten Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 7 Agu 2025 05:01 WIB ·

Melindungi Ekonomi Desa, Lumajang Jalankan Strategi Nasional Bebas PMK 2030


 Melindungi Ekonomi Desa, Lumajang Jalankan Strategi Nasional Bebas PMK 2030 Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan sektor peternakan melalui program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara gratis. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Karangsejati, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Vaksinasi tersebut bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Seluruh agenda ini mendukung Strategi Nasional Penanganan PMK yang tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah menjalankan strategi konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa.

“Kami ingin memastikan peternakan rakyat tetap sehat, produktif, dan mampu menopang ekonomi keluarga. Ini sejalan dengan prioritas nasional untuk menjaga kestabilan pangan,” ujar Bunda Indah.

Akses Layanan Sampai Pelosok Lewat “Setor Madu”

Program vaksinasi PMK ini juga menjadi bagian dari layanan terintegrasi “Setor Madu” (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu). Melalui inovasi ini, Pemkab Lumajang memastikan bahwa masyarakat pelosok tetap mendapat layanan kesehatan hewan yang berkualitas. Layanan tersebut mencakup vaksinasi, pemberian vitamin dan mineral, pengobatan cacing, serta penyemprotan disinfektan.

“Kami tidak hanya bergerak saat wabah menyerang. Pemerintah hadir lebih dulu, sebelum peternak terdampak. Inilah bentuk nyata pelayanan preventif,” tambahnya.

Selain itu, pendekatan ini selaras dengan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan PMK 2023–2026. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas PMK pada tahun 2030 melalui strategi wilayah, partisipasi masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan hewan secara menyeluruh.

Sasar Peternak Kecil, Jaga Ekonomi Lokal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menyatakan bahwa vaksinasi difokuskan pada hewan ternak prioritas seperti sapi dan kambing. Sasaran utamanya adalah peternak kecil, yang paling rentan terdampak secara ekonomi jika wabah terjadi.

“Langkah ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tapi juga melindungi sumber penghidupan masyarakat desa,” ungkap Retno.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, program ini menunjukkan bagaimana kebijakan nasional bisa diterjemahkan secara efektif di tingkat lokal. Edukasi, partisipasi warga, dan aksi nyata menjadi kunci keberhasilan strategi menuju Indonesia bebas PMK.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Santai HUT RI di Lumajang, Agus Setiawan: Bisa Dapat Hadiah dan Makan Gratis

22 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Rp4,2 Miliar Dianggarkan, Iuran BPJS Ketenagakerjaan di 26 Desa Lumajang Menunggak

21 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Trending di Daerah