MTQ XXXII Lumajang menjadi salah satu upaya membangun generasi yang religius dan berkarakter. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Selain itu, MTQ diharapkan memperkuat literasi keagamaan. Kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan hal itu saat membuka MTQ XXXII. Kegiatan berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (18/7/2026).
Sebelum pembukaan, Sekda mengukuhkan Dewan Hakim dan Panitera. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan objektivitas perlombaan.
MTQ Jadi Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an
Agus Triyono menegaskan bahwa MTQ XXXII Lumajang bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini merupakan gerakan bersama untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan ikhtiar nyata untuk membumikan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya,” ujarnya.
Menurut Agus, literasi Al-Qur’an masih menjadi tantangan. Karena itu, masyarakat memerlukan ruang pembinaan yang berkelanjutan.
Ia mengutip hasil riset Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an masih perlu ditingkatkan.
MTQ Perkuat Literasi dan Karakter Generasi Muda
Agus menilai MTQ memiliki peran strategis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran.
Melalui MTQ, peserta terdorong meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka juga belajar menghafal, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya.
“Kecintaan kepada Al-Qur’an harus ditanamkan sejak kecil,” ungkapnya.
Menurut Agus, anak-anak yang mencintai Al-Qur’an akan memiliki bekal moral yang kuat. Selain mampu membaca dengan tartil, mereka juga memahami nilai-nilai kehidupan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendukung penyelenggaraan MTQ. Pemerintah berharap kegiatan ini melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan kaligrafer berprestasi.
Diikuti 527 Peserta dari Seluruh Kecamatan
Agus berharap MTQ XXXII Lumajang tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi gerakan bersama untuk membumikan Al-Qur’an.
“Kami berharap MTQ ini tidak berhenti pada perlombaan semata, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXII, Alwi Fikri, melaporkan tema tahun ini adalah “Membumikan Al-Qur’an di Bumi Lumajang.”
Sebanyak 527 peserta mengikuti MTQ tahun ini. Mereka merupakan juara MTQ tingkat kecamatan dari seluruh Kabupaten Lumajang.
Perlombaan berlangsung pada sembilan cabang musabaqah. Seluruh cabang tersebar di 12 lokasi pertandingan.
Peserta termuda berusia enam tahun. Sementara itu, peserta tertua berusia 35 tahun.
Melalui MTQ XXXII Lumajang, pemerintah berharap semangat membaca dan memahami Al-Qur’an terus tumbuh. Selain itu, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Tinggalkan Balasan