Jember, – Nasib tragis menimpa S (15), seorang pelajar SMA di Kabupaten Jember yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang, termasuk beberapa teman sekolahnya. Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga menyita perhatian setelah videonya tersebar di lingkungan sekolah.
Korban dilaporkan mengalami penganiayaan secara beramai-ramai hingga sekujur tubuhnya babak belur. Bahkan, aksi kekerasan tersebut direkam menggunakan ponsel dan kemudian disebarluaskan melalui grup sekolah, memicu keprihatinan banyak pihak.
Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jember-Lumajang, Mohamad Khotib, membenarkan adanya kejadian tersebut setelah menerima video yang beredar.
“Saya mendapat perintah dari Kepala Cabdin untuk menangani kasus ini. Malam ini juga kami menuju lokasi, dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” katanya, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan akan melakukan penelusuran menyeluruh dengan menggali keterangan dari korban dan keluarga, serta mengonfirmasi pihak sekolah dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sementara itu, ibu korban, Samiati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jombang.
“Sudah kami laporkan, kemarin langsung dimintai keterangan, dan besok akan diperiksa lagi,” ungkapnya.
Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (28/3/2026)
sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu, korban dijemput oleh beberapa temannya dan pergi tanpa pamit. Keluarga menduga korban dibawa secara paksa.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, korban ditemukan berjalan kaki seorang diri dalam kondisi mengenaskan.
Ia hanya mengenakan celana dalam, tubuhnya penuh lumpur, serta mengalami luka di kepala, bibir, dan lebam di sejumlah bagian tubuh.
Samiati segera membersihkan anaknya dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisinya membaik, korban menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Dia dipukuli, ditendang, bahkan disuruh masuk parit. Setelah itu ditinggal begitu saja. Anak saya berjalan kaki sekitar tiga kilometer untuk pulang,” tuturnya.
Dari pengakuan korban, motif pengeroyokan diduga dipicu persoalan asmara. Salah satu pelaku disebut tersinggung karena pacarnya menerima pesan dari akun korban, yang ternyata dikirim oleh temannya.
“HP anak saya dipakai temannya untuk mengirim DM ke seseorang yang mungkin pacar pelaku. Jadi pelaku tidak terima hanya gara-gara itu,” jelas Samiati.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, pihak keluarga berharap pelaku segera ditindak tegas.
Kanit Reskrim Polsek Jombang, Ahmad Makmur, menyatakan bahwa laporan telah diterima dan proses penyelidikan tengah berjalan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan awal dan visum terhadap korban. Selanjutnya kasus ini akan kami dalami,” kata dia.
Tinggalkan Balasan