Layanan Dokter Muter untuk Kesehatan Masyarakat - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 9 Agu 2025 10:38 WIB ·

Pemkab Lumajang Perkuat Layanan Kesehatan dan Sanitasi hingga ke Pelosok Desa


 Pemkab Lumajang Perkuat Layanan Kesehatan dan Sanitasi hingga ke Pelosok Desa Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat layanan kesehatan dan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, bersih, dan sejahtera.

Komitmen ini terlihat saat Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) meninjau langsung kegiatan terpadu di Balai Desa Sari Kemuning, Kecamatan Senduro, Rabu (6/8/2025).

Dalam satu rangkaian acara, warga menerima tiga layanan utama sekaligus: sosialisasi program sedot lumpur tinja, penyuluhan penyakit tuberkulosis (TBC), dan pelayanan kesehatan keliling Dokter Muter.

“Sanitasi yang baik menjadi awal dari keluarga yang sehat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa layanan sedot lumpur tinja ini bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi bagian dari pencegahan penyakit,” kata Bunda Indah.

Program sedot lumpur tinja ini hadir untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga. Dengan penyedotan septik tank secara rutin, warga dapat mencegah pencemaran air tanah sekaligus memutus rantai penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Selain itu, tim Puskesmas Senduro memberikan penyuluhan TBC yang memuat informasi tentang pola penularan, gejala awal, serta pentingnya pengobatan yang tuntas. Edukasi ini mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarganya.

“Edukasi seperti ini sangat penting. Kami ingin warga tidak hanya mengetahui, tetapi juga berani memeriksakan diri bila mengalami gejala,” tegas Mas Yudha.

Sementara itu, layanan Dokter Muter hadir sebagai solusi bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Dengan sistem jemput bola, tenaga medis mendatangi langsung warga untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara gratis.

“Melalui program ini, kami memastikan tak ada warga yang tertinggal dari layanan kesehatan, walaupun mereka tinggal di pelosok,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan, berkonsultasi dengan dokter, dan menerima pengobatan di lokasi.

Kegiatan terpadu ini membuktikan bahwa Pemkab Lumajang membangun layanan publik yang proaktif, adaptif, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan langsung ke lapangan juga dinilai efektif memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Lebih jauh, sinergi antara program kesehatan, kebersihan lingkungan, dan edukasi masyarakat membentuk strategi menyeluruh dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

“Pemkab akan terus memperluas layanan seperti ini. Fokus kami bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membangun manusia yang sehat, cerdas, dan mandiri,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

21 Pengurus HKTI Lumajang Dikukuhkan, Bunda Indah Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

18 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Jalan PB Sudirman Lumajang Mulai Ditata, Proyek 730 Meter Ditargetkan Rampung Desember

18 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember

18 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bunda Indah Instruksikan Camat dan Kades Edukasi Warga, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

18 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bunda Indah Bersihkan Kali Asem, Usulkan Normalisasi untuk Kurangi Risiko Lahar Semeru

18 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Trending di Daerah