Pemkot Malang Intensifkan Lobi ke Pusat, Revitalisasi Pasar Besar Jadi Prioritas Usai Insiden Dinding Roboh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 4 Jul 2025 14:46 WIB ·

Pemkot Malang Intensifkan Lobi ke Pusat, Revitalisasi Pasar Besar Jadi Prioritas Usai Insiden Dinding Roboh


 Pemkot Malang Intensifkan Lobi ke Pusat, Revitalisasi Pasar Besar Jadi Prioritas Usai Insiden Dinding Roboh Perbesar

Malang, – Pemerintah Kota Malang mengambil langkah tegas dalam upaya mempercepat revitalisasi Pasar Besar Malang yang kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Jumat (4/7/2025) bertolak ke Jakarta untuk melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kunjungan ini menjadi momentum penting setelah insiden runtuhnya dinding lantai tiga pasar yang menyebabkan seorang pengunjung mengalami luka serius, sehingga menambah urgensi percepatan perbaikan pasar tradisional terbesar di kota ini.

Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pertemuan dengan Kementerian PUPR bertujuan untuk memastikan kepastian bantuan pusat terkait revitalisasi total Pasar Besar Malang.

Ia juga membawa proposal resmi pengajuan anggaran pembenahan, sembari berharap pemerintah pusat segera memberikan keputusan terkait waktu pelaksanaan pembongkaran dan pembangunan ulang pasar.

“Mudah-mudahan kunjungan ini membawa kabar baik, ada kepastian dari pusat terkait pembangunan ulang pasar,” kata Wahyu.

Kondisi Pasar Besar Malang memang sudah lama menjadi sorotan. Menurut data Dinas Perdagangan, sejumlah titik di bangunan pasar mengalami kerusakan struktural yang parah dan dinilai tidak lagi layak digunakan.

Bangunan yang berdiri sejak 1941 ini bahkan belum pernah mendapat sentuhan perbaikan besar, sehingga banyak bagian tembok yang kini retak dan rawan roboh53. Setelah insiden terbaru, Pemkot Malang langsung mengambil langkah darurat dengan melakukan penyekatan area berisiko dan menyiapkan relokasi sementara bagi para pedagang aktif.

Revitalisasi Pasar Besar Malang dinilai sangat mendesak, mengingat pasar ini merupakan pusat kegiatan ekonomi rakyat yang menopang ribuan pelaku UMKM, tidak hanya dari Kota Malang namun juga wilayah sekitarnya.

Pemerintah kota telah menyisihkan anggaran dari APBD untuk mendukung sosialisasi dan penataan ulang pasar, sembari terus mengupayakan bantuan teknis dan pendanaan dari pemerintah pusat maupun mitra strategis seperti Bank Dunia.

<span;>Namun, upaya revitalisasi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah adanya penolakan dari sebagian paguyuban pedagang yang khawatir terhadap proses relokasi dan dampak ekonomi selama pembangunan.

<span;>Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya pendekatan persuasif dan sosialisasi yang berkelanjutan agar revitalisasi berjalan tanpa konflik berkepanjangan.

<span;>”Kalau konflik terus dibiarkan, revitalisasi tidak akan berjalan. Mudah-mudahan kejadian kemarin bisa menjadi pelajaran bersama,” tegas Wahyu.

<span;>Ia berharap hasil koordinasi dengan pemerintah pusat kali ini dapat memberikan titik terang, sehingga proses revitalisasi Pasar Besar Malang bisa segera dimulai dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

<span;>”Kami terus berupaya ke pusat. Mudah-mudahan ada kabar baik dari pertemuan ini,” tutup Wahyu.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nataru 2025/2026, Mobilisasi Penumpang di Stasiun Malang Tembus 146.020 Orang

5 Januari 2026 - 13:02 WIB

Transparan dan Objektif, Seleksi Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Diperpanjang

5 Januari 2026 - 12:11 WIB

Minim Informasi, Petani Lumajang Kesulitan Ikuti Skema HDDAP

5 Januari 2026 - 11:38 WIB

Proyek Akhir Tahun Dinilai Penyakit Lama Tata Kelola Pemerintahan Daerah

5 Januari 2026 - 10:13 WIB

Penanganan Perempuan dan Anak di Jember Dinilai Belum Komprehensif

5 Januari 2026 - 07:28 WIB

Fraksi PDIP DPRD Jember Soroti Lambatnya Penyerapan APBD, Warga Masih Keluhkan Pengangguran

4 Januari 2026 - 12:47 WIB

Trending di Daerah