Pertamina Tambah Pasokan 45,8 Persen, Kenapa LPG 3 Kg Masih Langka di Lumajang? - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 7 Apr 2026 18:18 WIB ·

Pertamina Tambah Pasokan 45,8 Persen, Kenapa LPG 3 Kg Masih Langka di Lumajang?


 Pertamina Tambah Pasokan 45,8 Persen, Kenapa LPG 3 Kg Masih Langka di Lumajang? Perbesar

Lumajang, – PT Pertamina Patra Niaga mengaku telah menambah pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang sebanyak 18 ribu tabung sejak 3 April 2026, atau setara 45,8 persen dari kebutuhan normal. Meski demikian, warga masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ini di pangkalan.

“Tambahan sebanyak 18 ribu tabung difokuskan untuk wilayah Lumajang. Penyaluran di lembaga distribusi tetap berjalan normal,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

Ahad mengatakan tingginya kebutuhan rumah tangga dan UMKM, serta beredarnya informasi yang belum diverifikasi, turut memicu lonjakan permintaan.

“Kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan stok,” jelasnya.

Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000, dan masyarakat mampu didorong untuk beralih ke LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran.

Salah seorang pemilik pangkalan yang tidak mau disebut namanya mengatakan, di Kecamatan Lumajang mengatakan, sejumlah pangkalan justru mengalami keterbatasan pasokan. “Sekarang cuma dijatah 15 tabung seminggu. Baru datang, belum setengah jam sudah habis. Sebelumnya, pasokan bisa mencapai 20 25 tabung per minggu,” ungkapnya.

Pemilik pangkalan menduga adanya oknum pengiriman yang menjual sebagian tabung langsung ke masyarakat dengan harga lebih tinggi. “Kalau jual di pangkalan kan lebih murah. Tapi kalau di luar bisa lebih mahal, jadi kayak di lelang,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional