Lumajang, – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Semeru mulai menata di tengah keterbatasan modal. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (PLT) Maulana Haqiqi, Perumdam Semeru menargetkan stabilisasi perusahaan dalam waktu enam bulan melalui penguatan unit usaha berperputaran cepat, transformasi digital, serta pembenahan sumber daya manusia.
Dalam tahap awal, Perumdam Semeru memfokuskan kegiatan usaha pada distribusi pasir. Skema bisnis tersebut dipilih karena tidak membutuhkan modal besar dan kata dia, mampu menjaga arus kas perusahaan tetap berjalan.
Perumdam Semeru berperan sebagai distributor dengan mengambil material dari stockpile, memasarkan, kemudian mendistribusikannya ke batching plant, pabrik, serta berbagai sektor industri.
“Modelnya kita minim modal. Pembayarannya bisa tiga hari sekali, jadi perputaran uangnya cepat. Keuntungannya mungkin tidak besar, tapi bisa terus berjalan,” kata Maulana, Jumat (23/1/2026).
Selain distribusi pasir, Perumdam Semeru telah menjalankan distribusi pupuk yang ke depan akan terus diperkuat. Meski di Kabupaten Lumajang terdapat delapan distributor pupuk dan Perumdam Semeru menjadi salah satunya, keterbatasan kuota masih menjadi tantangan yang akan diupayakan solusinya melalui optimalisasi jaringan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Manajemen juga membuka peluang pengembangan usaha distribusi komoditas lain seperti gula, micin, dan kebutuhan pokok lainnya. Dengan posisi sebagai perusahaan daerah, Perumdam Semeru memanfaatkan jejaring pemerintah untuk menjalankan kerja sama berbasis Delivery Unit (DU) dan sistem bagi hasil, sehingga tetap dapat berkembang tanpa membebani keuangan perusahaan.
Tak hanya itu, Perumdam Semeru telah menyiapkan transformasi menuju perusahaan daerah berbasis digital. Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah layanan distribusi pasir berbasis daring yang memudahkan konsumen, termasuk dari luar daerah, dalam melakukan pemesanan secara transparan dan efisien.
“Ke depan, orang mau beli pasir di Lumajang cukup lewat web, kirim lokasi, langsung tahu harganya. Itu memang belum terjadi, tapi itu yang akan kami kejar,” katanya.
Di sisi lain, pembenahan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam upaya kebangkitan perusahaan.
Maulana Haqiqi menegaskan perusahaan daerah membutuhkan tim yang sevisi, memiliki semangat pelayanan, dan siap bekerja keras. Evaluasi SDM akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh elemen perusahaan bergerak dalam satu tujuan.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyehatkan kembali perusahaan daerah yang saat ini masih dalam kategori sakit. Pemerintah daerah memberikan waktu dan kepercayaan kepada manajemen baru untuk bekerja dan membuktikan hasilnya.
“Saya sudah sampaikan ke DPRD, beri saya waktu untuk menyehatkan. Kalau ternyata mentok dan tidak bisa, baru kita tutup. Tapi saya yakin perusahaan daerah ini tidak akan pernah ditutup, justru akan menjadi perusahaan daerah yang sehat,” kata dia.
Tinggalkan Balasan