Pisang Mas Kirana Lumajang: Buah Lokal yang Mendunia

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Ekonomi · 27 Mei 2025 21:29 WIB ·

Pisang Mas Kirana Lumajang: Buah Lokal yang Mendunia dan Mengangkat Nama Indonesia


 Pisang Mas Kirana Lumajang: Buah Lokal yang Mendunia dan Mengangkat Nama Indonesia Perbesar

Lumajang – Di tengah suburnya tanah dan hijau perkebunan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tumbuh sebuah produk unggulan yang kini telah menembus pasar internasional, yaitu Pisang Mas Kirana.

Buah mungil dengan rasa manis khas ini bukan hanya menjadi kebanggaan Lumajang, tetapi juga simbol kekayaan alam Indonesia yang mendunia.

Pisang Mas Kirana memiliki ciri khas bentuk silindris, ukuran kecil, warna kuning cerah saat matang. Ciri utama lainnya adalah rasa manis segar yang membedakannya dari pisang pada umumnya.

Nama “Kirana” berasal dari nama Nararya Kirana, pemimpin pertama Kerajaan Lamajang Tigang Juru, menambah nilai historis dan kultural produk ini.

Baca juga : Pisang Agung Semeru: Superfood Lokal dengan Pro-Vitamin A 90 Kali Lipat Lebih Tinggi

Budidaya pisang ini telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat di beberapa kecamatan seperti Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit. Meskipun sempat dipandang sebelah mata, pisang ini kini telah berkembang pesat dan menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia.

Dikutip dari beberapa sumber, pisang Mas Kirana terpilih sebagai salah satu produk dalam program One Country One Priority Product (OCOP) yang digagas oleh Food and Agriculture Organization (FAO) PBB.

Program ini bertujuan mengangkat produk agrikultur khas negara yang memiliki nilai lokal dan berkelanjutan ke pasar global.

Baca juga: Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Dapat Alat Modern, Siap Tembus Pasar Ekspor Global

Produk olahan Pisang Mas Kirana seperti sale, kripik, dan rambak telah muncul dalam ajang regional OCOP di China, menunjukkan daya saing dan inovasi produk lokal Lumajang di kancah internasional.

Tantangan Peningkatan Kualitas Pisang Mas Kirana

Keberhasilan Pisang Mas Kirana membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani lokal dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil panen grade C yang sebelumnya tidak layak konsumsi segar.

Namun, tantangan utama saat ini adalah peningkatan kualitas kemasan agar produk lebih menarik dan kompetitif di pasar global.

Para petani juga harus memahami strategi pemasaran modern, termasuk branding dan jaringan distribusi internasional, agar dapat mempertahankan dan mengembangkan pasar ekspor yang sudah ada.

Dengan masa tanam sekitar 11-12 bulan dan daya tahan yang baik, Kirana memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Selain itu dapat menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia di pasar Asia dan Eropa.

Produk ini tidak hanya menjadi identitas Lumajang, tetapi juga inspirasi bagi daerah lain untuk mengangkat produk lokal menuju pasar dunia.

Pisang Mas Kirana adalah bukti nyata bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Melalui inovasi, kolaborasi, dan komitmen terhadap keberlanjutan, mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat petani Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Kepanikan, Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

26 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pengamanan Diperketat, Polisi Pastikan Wisata Tumpak Sewu Tetap Kondusif

24 Maret 2026 - 09:15 WIB

Lewat RKPD 2027, Pemkab Lumajang Perkuat Iklim Investasi dan Infrastruktur

22 Maret 2026 - 10:45 WIB

Agus Setiawan: Jika Konflik Global Meluas, Dampaknya Bisa Sampai ke Usaha Kecil di Daerah

14 Maret 2026 - 18:43 WIB

Ketua Kadin Lumajang: Pengusaha Mulai Pusing Hadapi Dampak Perang Iran–Israel

14 Maret 2026 - 18:27 WIB

Agus Setiawan, Jangan Ikut-Ikutan Panic Buying Jika Energi Mulai Langka

13 Maret 2026 - 18:33 WIB

Trending di International