Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Dapat Alat Baru, Siap Ekspor

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 9 Agu 2025 10:41 WIB ·

Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Dapat Alat Modern, Siap Tembus Pasar Ekspor Global


 Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Dapat Alat Modern, Siap Tembus Pasar Ekspor Global Perbesar

Lumajang – Demi memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga posisi Pisang Mas Kirana sebagai komoditas unggulan ekspor, Pemerintah Kabupaten Lumajang kini membekali petani dengan alat ukur tanah modern berbasis Standar Lokal Good Agricultural Practices (SL-GAP). Dengan adanya dukungan ini, kualitas sekaligus produktivitas pisang akan emakin meningkat, sehingga mampu bersaing di pasar global.

Baca juga: Stasiun Klakah Resmi Jadi Stasiun Lumajang


Penyerahan Alat Secara Simbolis kepada Petani Pisang Mas Kirana Lumajang

Penyerahan alat ini berlangsung pada Rabu (6/8/2025) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Senduro. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha).

Dalam acara tersebut, hadir sebanyak 50 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, serta perwakilan kelompok tani. Menurut Bunda Indah, alat ukur tanah ini menjadi kunci penting dalam menentukan pemupukan yang tepat.

“Dengan alat ini, petani bisa mengetahui tingkat kesuburan tanah. Hasilnya, pemupukan akan lebih tepat sasaran dan kualitas Pisang Mas Kirana tetap terjaga,” ungkapnya.


Program Nasional OCOP untuk Lumajang

Selain itu, penyerahan alat ini merupakan bagian dari program nasional One Country One Priority Product (OCOP). Program ini bertujuan memperkuat produk unggulan daerah melalui dukungan teknologi, pelatihan, dan akses pasar.

Baca juga: Pisang Agung Lumajang: Superfood Lokal Pro-Vitamin A 90 Kali Lipat Lebih Tinggi

Pisang Mas Kirana sendiri dipilih sebagai produk prioritas Lumajang karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak petani. Oleh karena itu, pengembangan komoditas ini tidak hanya penting bagi pertanian, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian daerah.


Dorongan agar Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Bertransformasi ke Pertanian Modern

Wakil Bupati Yudha menegaskan bahwa petani tidak bisa lagi mengandalkan metode lama. Sebaliknya, mereka harus mengadopsi teknologi dan praktik budidaya yang berkelanjutan.

“Kini saatnya petani paham teknologi, peduli pada lingkungan, dan siap bersaing di pasar global,” tegasnya.

Dengan demikian, bantuan ini tidak hanya mempermudah pekerjaan petani, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membangun pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.

Baca juga: Pisang Mas Kirana Lumajang: Buah Lokal yang Mendunia dan Mengangkat Nama Indonesia


Manfaat Kolektif dan Keberlanjutan

Menariknya, pemerintah daerah mendorong agar kelompok tani menggunakan alat ukur tanah secara kolektif. Langkah ini akan mempercepat adaptasi teknologi di lapangan sekaligus memastikan seluruh anggota komunitas petani merasakan manfaatnya.

“Pertanian adalah sektor strategis. Karena itu, pengelolaannya harus profesional, berorientasi pasar, dan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah