Lumajang, – Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam yang masif, PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya terhadap politik lingkungan melalui gerakan Merawat Pertiwi.
Gerakan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap alam, tetapi bagian dari perjuangan ideologis partai yang berakar pada pemikiran Bung Karno.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, menyampaikan pernyataan panjang yang menggambarkan pandangan partainya terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.
Hal itu ia sampaikan di acara buka bersama Anggota Dewan Fraksi PDI Perjuanga Ratih Damayanti di Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan, Lumajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026).
“Kami percaya bahwa politik lingkungan adalah politik moral yang harus dijalankan dengan kesungguhan ideologis. Kepedulian terhadap bumi tidak bisa hanya dijadikan pelengkap agenda pembangunan atau alat untuk menarik simpati pemilih, tetapi harus menjadi inti dari setiap kebijakan,” katanya.
Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar menanam batang dan daun, tetapi menanam harapan bagi generasi mendatang, selain itu, merawat sungai bukan hanya membersihkan sampah, tetapi memastikan air tetap mengalir sebagai sumber kehidupan.
“kita menjaga hutan bukan sekadar untuk estetika atau penghijauan, tetapi untuk menegaskan bahwa bumi ini bukan milik segelintir orang atau korporasi serakah, melainkan milik bersama yang harus dilindungi dan diwariskan secara adil,” jelasnya.
Agus menegaskan gerakan Merawat Pertiwi menjadi simbol perlawanan terhadap praktik eksploitasi alam yang dilakukan oleh korporasi tanpa memperhatikan keseimbangan ekologi.
“Kedaulatan tanah air tidak cukup hanya dimaknai secara politik atau administratif, tetapi harus dipahami secara ekologis. Kekayaan alam yang ada di Lumajang, dari hutan hingga sungai dan sumber air adalah titipan yang harus dijaga, bukan untuk dieksploitasi tanpa batas,” tuturnya.
“Kita menolak segala bentuk kerusakan yang lahir dari keserakahan atau kepentingan sesaat. Alam punya batas, dan jika batas itu dilampaui, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi masa depan anak cucu kita pun terancam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya konsistensi kader PDI Perjuangan dalam merawat bumi melalui tindakan nyata. “Setiap kader partai harus menjadi teladan, mulai dari menanam pohon di lingkungan sekitar hingga merawat kebersihan sungai,” tuturnta.
Tindakan kecil ini, kata dia, jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, akan menjadi fondasi dari gerakan besar yang mampu menjaga kelestarian alam. Politik moral ini harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan, bukan sekadar retorika.
“Kita menolak kerusakan yang disebabkan oleh korupsi dan eksploitasi, karena nilai-nilai Bung Karno menempatkan kepedulian terhadap lingkungan lebih tinggi daripada kepentingan pragmatis elektoral,” ucap dia.
Tidak hanya itu, Agus pentingnya perlindungan sumber daya alam, termasuk hutan, air, dan keanekaragaman hayati. “Air adalah sumber kehidupan. Jika kita mengurasnya tanpa kontrol, kita bukan hanya merusak alam, tetapi juga merusak masa depan masyarakat. Hutan, sungai, dan keanekaragaman hayati harus dijaga sebagai bagian dari hak dan tanggung jawab kita bersama. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi soal kelestarian hidup,” katanya.
Selain itu, peran masyarakat adat juga mendapat perhatian khusus dalam strategi pelestarian lingkungan. “Masyarakat adat telah terbukti menjaga keseimbangan alam selama berabad-abad. Mengabaikan peran mereka sama saja dengan melepas kendali atas sumber daya alam ke tangan yang salah. Memberdayakan mereka berarti melindungi bumi dengan cara yang paling alami dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan