Puisi “Tiada Luka Abadi” Karya Rayyan Aulia R: Sebuah Karya Sastra yang Menggugat Ketidakadilan dan Keserakahan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Pendidikan · 9 Jan 2024 18:17 WIB ·

Puisi “Tiada Luka Abadi” Karya Rayyan Aulia R: Sebuah Karya Sastra yang Menggugat Ketidakadilan dan Keserakahan


 Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta Perbesar

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Tiada Luka Abadi
Karya : Rayyan Aulia R

Bukannya tak tenang
Namun dunia belum senang
Bagaimana bisa aku diam
Sementara adil kau bungkam

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Abu Setinggi 2.000 Meter

Ini bukan tentang siapa
Bukan juga tentang mengapa
Ini tentang kita semua
Luka lama dendam nyata

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Berpikirkah kau?
Kita sekarang merugi
Karena ego seorang
Nafsu liar itu buta
Didalamnya kau bertahta

Pj. Bupati Lumajang Mendorong Perencanaan Program Pasca Anggaran 2024 Selesai

Kami meringis ngeri
Dan kau kian menjadi
Luka akan menganga selamanya
Dalam dunia tak ada ujungnya
Luka ini abadi
sampai kau yang mengakhiri.

Senduro, 7 Januari 2024.

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Wilayah Lumajang Kota

Puisi Tiada Luka Abadi karya Rayyan Aulia R menggambarkan perasaan penulis yang tidak puas dengan keadaan dunia yang penuh ketidakadilan dan keserakahan. Penulis merasa tidak bisa diam dan menuntut keadilan yang telah dibungkam oleh pihak yang berkuasa.

Penulis juga menyatakan bahwa ini bukan masalah pribadi, melainkan masalah bersama yang melibatkan banyak orang yang terluka dan dendam. Penulis mengecam ego dan nafsu liar dari orang yang berkuasa, yang membuat mereka buta dan sombong.

Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor, Investasi Rp 4 Triliun

Penulis merasakan penderitaan yang mendalam dan menyayangkan kerugian yang dialami oleh banyak orang. Penulis menganggap luka yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dan keserakahan itu tidak akan pernah sembuh, kecuali orang yang berkuasa mengakhiri tindakannya.

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Berikut adalah arti dari bait perbait dari puisi tersebut:

Artikel ini telah dibaca 236 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Kelas Prestasi di SMAN 1 Lumajang : Sekolah ajukan Proposal, Komite galang dana

24 September 2026 - 11:57 WIB

119 Mahasiswa Daftar Beasiswa Lumajang, Mengapa Kondisi Ekonomi Masih Harus Dicek ke Rumah?

23 September 2026 - 13:04 WIB

Kuota Beasiswa Disabilitas 10 Persen Diusulkan di Lumajang, Juknis Menanti Persetujuan Pemerintah

11 September 2026 - 15:13 WIB

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Lumajang Dibuka, Pendaftar Wajib Lolos Verifikasi Lapangan

10 September 2026 - 08:02 WIB

Dari Kampus, Bank Indonesia Perkuat Literasi Konsumen Generasi Muda di Lumajang

2 September 2026 - 16:46 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Trending di Pariwisata