Puisi “Tiada Luka Abadi” Karya Rayyan Aulia R: Sebuah Karya Sastra yang Menggugat Ketidakadilan dan Keserakahan - Laman 3 dari 3 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Pendidikan · 9 Jan 2024 18:17 WIB ·

Puisi “Tiada Luka Abadi” Karya Rayyan Aulia R: Sebuah Karya Sastra yang Menggugat Ketidakadilan dan Keserakahan


 Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta Perbesar

Ilustrasi Photo AI Tim Lensa Warta

Bait keempat: Penulis menyatakan bahwa kami meringis ngeri, yang berarti penulis mengekspresikan perasaan takut dan kesakitan yang dialami oleh banyak orang yang menjadi korban atau saksi dari ketidakadilan dan keserakahan.

Penulis juga menyatakan bahwa kau kian menjadi, yang berarti penulis menunjukkan bahwa orang yang berkuasa semakin menjadi-jadi atau semakin tidak terkendali dalam melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Penulis juga menyebutkan luka akan menganga selamanya, yang berarti penulis menegaskan bahwa luka yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dan keserakahan itu tidak akan pernah sembuh atau hilang, melainkan akan terus membekas dan menyiksa. Penulis juga menyebutkan dalam dunia tak ada ujungnya, yang berarti penulis menyadari bahwa dunia ini tidak memiliki batas atau akhir, dan bahwa ketidakadilan dan keserakahan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, tanpa henti atau jeda.

Penulis juga menyatakan luka ini abadi, yang berarti penulis mengulangi bahwa luka yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dan keserakahan itu tidak akan pernah berakhir atau lenyap, melainkan akan terus ada dan menghantui.

Penulis juga menyatakan sampai kau yang mengakhiri, yang berarti penulis memberikan harapan atau tantangan kepada orang yang berkuasa, agar mereka mengakhiri tindakan mereka yang merugikan orang lain, dan mungkin juga meminta maaf atau bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Artikel ini telah dibaca 211 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Wabup Lumajang Dorong Lulusan SD Al Ikhlas Terus Kejar Cita-Cita Setinggi Langit

23 Juni 2026 - 11:09 WIB

Belajar Menyeduh Masa Depan dari Robusta Senduro

20 Juni 2026 - 09:31 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Pendidikan Adaptif Hadapi Generasi Alpha

15 Mei 2026 - 17:14 WIB

Seto Mulyadi Ingatkan Orang Tua Cerdas Digital untuk Cegah Kekerasan di Ruang Siber

15 Mei 2026 - 11:24 WIB

Seto Mulyadi: Mendidik Bukan Menghardik, Mengajar Bukan Menghajar

15 Mei 2026 - 11:03 WIB

Trending di Pendidikan