Lumajang, – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan luncuran awan panas pada Jumat (13/2/2026) pukul 10.56 WIB. Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo 20 milimeter dan berlangsung selama 4 menit 10 detik.
Selain awan panas, letusan juga memunculkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah. Luncuran awan panas bergerak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan dengan jarak sekitar 3 kilometer sebelum akhirnya berhenti.
Meski jarak luncur masih berada dalam radius aman dan jauh dari permukiman, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar, terutama jika terjadi hujan deras.
Petugas pemantau gunung api bersama BPBD setempat terus memonitor perkembangan aktivitas Semeru untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan keselamatan warga terjaga.
Tinggalkan Balasan