REI Jember Tegur Developer, Jangan Berlindung di Balik Izin, Keselamatan Warga Taruhannya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 21 Jan 2026 14:01 WIB ·

REI Jember Tegur Developer, Jangan Berlindung di Balik Izin, Keselamatan Warga Taruhannya


 REI Jember Tegur Developer, Jangan Berlindung di Balik Izin, Keselamatan Warga Taruhannya Perbesar

Jember, – Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jember, Abdus Salam, mengatakan bagi pengembang perumahan yang dinilai hanya berpegang pada kelengkapan perizinan, namun abai terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen.

Ia menegaskan, legalitas tidak boleh dijadikan tameng ketika pembangunan menimbulkan dampak sosial bagi warga.

Hal itu ia sampaikan setelah polemik banjir yang melanda Perumahan Villa Indah Tegal Besar (VITB) beberapa waktu lalu, yang memicu keluhan warga dan berujung pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Jember.

“Kita sebagai developer harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan konsumen. Jangan hanya merasa aman karena izin lengkap, tapi menutup mata ketika warga terdampak,” tegas Abdus Salam, Rabu (21/1/2026).

Menurut Salam, pengembang wajib segera turun tangan dan mencari solusi konkret saat muncul persoalan yang berdampak sosial. Ia menilai, sikap pasif atau saling lempar tanggung jawab hanya akan memperkeruh situasi dan memperbesar konflik di masyarakat.

“Kalau ada persoalan yang berdampak sosial, pengembang harus cepat bertindak. Jangan hanya bicara dokumen dan perizinan,” ujarnya.

Salam mencontohkan pengalamannya saat menghadapi kasus longsor di salah satu proyek perumahan yang pernah ia kelola. Meski menelan biaya besar, pihaknya tetap melakukan perbaikan serta merenovasi rumah warga yang mengalami keretakan.

“Itu risiko sebagai pengembang. Keselamatan warga jauh lebih penting daripada hitung-hitungan kerugian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Salam mengingatkan pentingnya dialog antara pengembang dan warga terdampak agar persoalan tidak melebar dan menimbulkan keresahan berkepanjangan.

“Yang utama adalah keselamatan warga. Jangan sampai masyarakat hidup dalam kekhawatiran akibat pembangunan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah