Lumajang, – Sebaran wilayah terdampak krisis air bersih di Kabupaten Lumajang menunjukkan tren penurunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat tiga kecamatan yang sebelumnya mengalami kekurangan air kini mulai teratasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan membaiknya kondisi tersebut bukan disebabkan munculnya sumber mata air baru, melainkan meningkatnya resapan air serta tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Bukan karena sumber mata airnya, tapi resapan air yang sebelumnya kurang maksimal kini terbantu. Aliran Sungai Kali Asem juga sudah kembali normal,” katanya, Rabu (21/1/2026).
Dengan normalnya aliran sungai, sejumlah area persawahan kembali bisa dialiri air. Selain itu, ketergantungan warga terhadap sumur sebagai sumber utama air bersih juga mulai berkurang seiring meningkatnya curah hujan.
Meski kondisi di sejumlah wilayah membaik, BPBD Lumajang tetap melakukan pemantauan secara berkala. Pasalnya, potensi krisis air masih bisa terjadi apabila memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang.
“Jika nanti puncak kemarau benar-benar terjadi dan berdampak pada kebutuhan air warga, maka status tanggap darurat akan ditetapkan,” pungkas Yudi.
Tinggalkan Balasan