Mitigasi Erupsi Semeru dan Upaya Penanggulangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 20 Nov 2025 19:59 WIB ·

“Semeru Bergejolak: Tim Penanggulangan Bencana Lumajang Tingkatkan Mitigasi dan Edukasi Warga di Zona Awas”


 “Semeru Bergejolak: Tim Penanggulangan Bencana Lumajang Tingkatkan Mitigasi dan Edukasi Warga di Zona Awas” Perbesar

Aktivitas Semeru Meningkat

Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB. Puncaknya tertutup kabut, dan asap kawah tidak terlihat. Meski begitu, pemantauan mencatat 25 gempa letusan dan 32 gempa guguran. Dengan kondisi ini, status Semeru tetap berada di Level IV (Awas).

Tim Bencana Bergerak Maksimal

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah berada dalam mode siaga penuh. Semua unit penanggulangan kini bergerak mengikuti rekomendasi PVMBG.

“Kami sudah mengaktifkan TRC, tim evakuasi, logistik, hingga layanan kesehatan. Semua bekerja terkoordinasi,” ujarnya.

Penguatan Penjagaan di Titik Rawan

Tim Penanggulangan Bencana menempatkan personel di beberapa titik rawan. Mereka fokus pada wilayah yang berhadapan langsung dengan potensi awan panas, lahar, dan guguran material. Kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat menjadi prioritas utama.

Tim memastikan jalur evakuasi tetap aman. Pos pengungsian juga siap menerima warga. Alat komunikasi darurat terus mereka jaga agar berfungsi optimal.

Warga Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG

Yudhi menekankan pentingnya kepatuhan warga. PVMBG melarang aktivitas di sektor tenggara sejauh 20 km dari puncak dan radius 8 km dari kawah.

“Tim terus mengingatkan warga untuk menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter. Lahar bisa muncul tiba-tiba, terutama saat hujan di hulu,” jelasnya.

Edukasi Publik dan Informasi Resmi

Tim juga memperkuat edukasi melalui kanal resmi. Tujuannya menekan penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

“Informasi resmi sangat penting. Kami mengimbau warga berhati-hati sebelum membagikan berita,” tambah Yudhi.

Logistik dan Dukungan Pemerintah

Pemerintah menjamin ketersediaan logistik, mobilitas relawan, dan kebutuhan dasar. Seluruh titik yang mungkin menerima pengungsian sudah disiapkan.

“Kami ada di lapangan dan bekerja untuk masyarakat. Keselamatan bisa terjaga bila warga mematuhi arahan tim,” tegasnya.

Kesiapsiagaan Bersama

Koordinasi antara pemerintah, PVMBG, relawan, dan masyarakat menjadi kunci perlindungan warga. Aktivitas Semeru memang meningkat, namun disiplin dan kerjasama dapat menekan risiko.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah