Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Lumajang telah melakukan perbaikan pada sistem pengelolaan limbahnya. Hal tersebut disampaikan setelah sebelumnya limbah dapur sempat dikeluhkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang.
Keluhan tersebut datang dari Sekda Lumajang Agus Triyono yang menyebut limbah cair dari dapur MBG masuk ke area rumah dinasnya di Jalan Alun-alun Utara, Kecamatan Lumajang. Limbah tersebut bahkan menimbulkan bau menyengat yang cukup mengganggu.
Menindaklanjuti hal itu, Bupati Indah melakukan pengecekan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Lumajang, Kamis (5/3/2026). Dari hasil peninjauan, ia menyebut pengelola dapur telah menjalankan sejumlah rekomendasi teknis dari pemerintah daerah.
“Polres sudah melakukan sebagaimana arahan dari tim teknis kami dari PU, pemukiman, kemudian Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini dapur SPPG Polres Lumajang telah dilengkapi dengan sumur resapan serta sumur pemisah antara limbah air dan lemak. Fasilitas tersebut dibuat untuk mencegah limbah cair mencemari lingkungan sekitar.
Meski demikian, masih ada satu tahapan yang harus diselesaikan, yakni pemasangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas 9 kubik. IPAL tersebut sedang dalam proses pemesanan.
“IPAL dengan kapasitas 9 kubik ini masih dalam proses pemesanan. Nanti setelah datang akan dipasang sesuai arahan teknis dari Dinas PU,” tuturnya.
Indah juga mengingatkan seluruh dapur SPPG yang menjalankan program MBG di Kabupaten Lumajang untuk mematuhi aturan pengelolaan limbah sesuai rekomendasi dinas terkait. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas bagi pengelola yang mengabaikan aturan.
“Ada beberapa yang masih dalam pengawasan. Nanti kita lihat hasil pengecekan tim satgas MBG, yang meler (nakal) akan kita tutup,” tegasnya.
Tinggalkan Balasan