LUMAJANG – Sepasang sepatu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang pelajar, sepatu baru bisa menghadirkan rasa percaya diri sekaligus semangat untuk melangkah ke sekolah setiap hari.
Semangat itulah yang dibawa Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma saat mengunjungi sejumlah sekolah di Kecamatan Sukodono, Selasa (15/9/2026).
Dalam rangkaian Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu), Bunda Indah dan Mas Yudha mendatangi tiga sekolah, yakni MI Al-Ghozali Selokgondang, SDN Kutorenon 03, dan SMPN 2 Sukodono.
Keduanya membagikan sepatu kepada siswa-siswi yang membutuhkan. Kehadiran pimpinan daerah tersebut pun mendapat sambutan antusias dari para pelajar.
Bunda Indah: Sepatu Baru, Semangat Baru
Bunda Indah melihat kebutuhan perlengkapan sekolah sebagai bagian penting dari perhatian pemerintah kepada pelajar. Menurutnya, dukungan sederhana seperti sepatu dapat membantu anak menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman.
Namun, Bunda Indah ingin bantuan itu membawa pesan yang lebih besar. Ia berharap sepatu baru ikut menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar para siswa.
“Anak-anak harus semangat belajar dan ibadahnya. Sepatu baru, semangat baru,” ujar Bunda Indah.
Ia juga mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Selain rajin belajar, Bunda Indah mengingatkan mereka untuk menghormati guru dan orang tua, rajin beribadah, serta terus menjaga cita-cita.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah anak-anak yang baik, rajin beribadah, dan terus mengejar cita-cita,” pesannya.
Bagi para penerima, sepatu baru bukan hanya perlengkapan untuk berangkat ke sekolah. Sepatu tersebut membawa dorongan agar mereka semakin percaya diri dalam mengikuti kegiatan belajar.
Mas Yudha: Anak-anak Adalah Generasi Penerus Lumajang
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menilai kunjungan langsung ke sekolah membantu pemerintah memahami kebutuhan pendidikan dari dekat.
Menurut Yudha, pemerintah perlu bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi di lapangan. Dengan cara itu, pemerintah dapat menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan siswa dan sekolah.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir dan melihat langsung kebutuhan masyarakat. Anak-anak adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Lumajang, sehingga mereka harus mendapatkan perhatian dan dukungan,” kata Yudha.
Ia pun mengajak para siswa penerima bantuan menjadikan sepatu tersebut sebagai tambahan motivasi untuk belajar lebih giat dan mengejar prestasi.
“Semoga sepatu ini menjadi semangat baru untuk belajar lebih giat, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan Bunda Indah dan Mas Yudha. Pemerintah tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga mendorong anak-anak untuk terus mengembangkan diri.
Setormadu Hadirkan Pemerintah Lebih Dekat dengan Pelajar
Kunjungan ke tiga sekolah di Sukodono menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak selalu membutuhkan program besar.
Kebutuhan sederhana yang langsung menyentuh keseharian siswa juga memiliki arti. Perlengkapan sekolah yang layak dapat membantu anak mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Melalui Setormadu, Pemkab Lumajang membuka ruang untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Pemerintah dapat melihat kebutuhan warga, termasuk kebutuhan para pelajar, lalu mencari dukungan yang sesuai.
Bagi siswa penerima bantuan, sepasang sepatu mungkin hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan pendidikan mereka. Namun, pesan yang menyertainya jauh lebih besar: terus melangkah, rajin belajar, dan jangan berhenti mengejar cita-cita.
Tinggalkan Balasan