Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 3 Jan 2026 09:08 WIB ·

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember


 bunch of IDR 100.000 Perbesar

bunch of IDR 100.000

Jember, – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Jember tahun 2025 yang masih berada di kisaran Rp 700 miliar menjadi alarm keras bagi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), terutama karena 2025 merupakan tahun awal pemerintahan saat ini.

Besarnya anggaran yang tidak terserap dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan sekaligus eksekusi program di lingkungan birokrasi daerah.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkapkan, berdasarkan laporan sementara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) per 19 Desember 2025, Silpa masih tergolong tinggi. Hingga penutupan kas daerah akhir Desember, angkanya diperkirakan hanya turun ke kisaran Rp 600 miliar, sebuah penurunan yang dinilai belum signifikan.

“Kami sudah rapat dengan TAPD dan meminta laporan progres Silpa. Angkanya masih sekitar Rp 700 miliar, dan kemungkinan sampai tutup kas daerah hanya turun di kisaran Rp 600 miliar,” ujar Halim.

Menurut Halim, kondisi tersebut menjadi catatan penting karena menunjukkan anggaran besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik justru mengendap hingga akhir tahun. Padahal, banyak program pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan percepatan realisasi.

DPRD, lanjutnya, belum dapat memastikan OPD maupun program mana saja yang menjadi penyumbang rendahnya serapan anggaran. Kepastian itu baru bisa diperoleh setelah proses tutup buku anggaran dan evaluasi menyeluruh dilakukan oleh masing-masing komisi DPRD bersama mitra OPD-nya.

“Setelah tutup tahun, tiap komisi akan melakukan evaluasi agar kami punya peta yang jelas OPD mana saja yang penyerapannya tidak optimal,” jelasnya.

Selain data administrasi, DPRD juga akan memasukkan temuan lapangan dalam evaluasi, terutama terkait proyek fisik yang terlambat dieksekusi. Keterlambatan pekerjaan konstruksi disebut menjadi salah satu faktor utama membengkaknya Silpa.

“Tahun pertama pemerintahan ini seharusnya menjadi momentum pembenahan. Jangan sampai Silpa sebesar ini kembali terulang karena perencanaan dan eksekusi yang lemah,” tegas Halim.

DPRD berharap evaluasi bersama antara legislatif dan eksekutif dapat menghasilkan rekomendasi konkret agar tata kelola anggaran ke depan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat Jember.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah