Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 3 Jan 2026 09:08 WIB ·

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember


 bunch of IDR 100.000 Perbesar

bunch of IDR 100.000

Jember, – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Jember tahun 2025 yang masih berada di kisaran Rp 700 miliar menjadi alarm keras bagi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), terutama karena 2025 merupakan tahun awal pemerintahan saat ini.

Besarnya anggaran yang tidak terserap dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan sekaligus eksekusi program di lingkungan birokrasi daerah.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkapkan, berdasarkan laporan sementara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) per 19 Desember 2025, Silpa masih tergolong tinggi. Hingga penutupan kas daerah akhir Desember, angkanya diperkirakan hanya turun ke kisaran Rp 600 miliar, sebuah penurunan yang dinilai belum signifikan.

“Kami sudah rapat dengan TAPD dan meminta laporan progres Silpa. Angkanya masih sekitar Rp 700 miliar, dan kemungkinan sampai tutup kas daerah hanya turun di kisaran Rp 600 miliar,” ujar Halim.

Menurut Halim, kondisi tersebut menjadi catatan penting karena menunjukkan anggaran besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik justru mengendap hingga akhir tahun. Padahal, banyak program pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan percepatan realisasi.

DPRD, lanjutnya, belum dapat memastikan OPD maupun program mana saja yang menjadi penyumbang rendahnya serapan anggaran. Kepastian itu baru bisa diperoleh setelah proses tutup buku anggaran dan evaluasi menyeluruh dilakukan oleh masing-masing komisi DPRD bersama mitra OPD-nya.

“Setelah tutup tahun, tiap komisi akan melakukan evaluasi agar kami punya peta yang jelas OPD mana saja yang penyerapannya tidak optimal,” jelasnya.

Selain data administrasi, DPRD juga akan memasukkan temuan lapangan dalam evaluasi, terutama terkait proyek fisik yang terlambat dieksekusi. Keterlambatan pekerjaan konstruksi disebut menjadi salah satu faktor utama membengkaknya Silpa.

“Tahun pertama pemerintahan ini seharusnya menjadi momentum pembenahan. Jangan sampai Silpa sebesar ini kembali terulang karena perencanaan dan eksekusi yang lemah,” tegas Halim.

DPRD berharap evaluasi bersama antara legislatif dan eksekutif dapat menghasilkan rekomendasi konkret agar tata kelola anggaran ke depan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat Jember.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah