Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Dunia

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 4 Agu 2025 08:04 WIB ·

Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Saat Karnaval di Lumajang


 Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Saat Karnaval di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Tragedi menyelimuti perayaan karnaval di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang ibu muda, Anik Mutmainah (38), meninggal dunia mendadak saat menyaksikan parade sound horeg, Sabtu malam (2/8/25), dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Korban tengah asyik menonton dan merekam suasana karnaval menggunakan ponselnya ketika tiba-tiba tubuhnya tersungkur dan tidak sadarkan diri. Kemudian beberapa orang segera membawa Anik ke Rumah Sakit. Sayangnya sesampainya di RSUD Pasirian, Anik ternyata sudah meninggal dunia.

Baca juga: Nonton Sound Horeg, Ibu Muda di Lumajang Meninggal Dunia

Video detik-detik peristiwa itu sempat direkam warga dan diunggah ke media sosial, lalu viral setelah ditonton lebih dari 110 ribu kali. Perdebatan penyebab meninggalnya Anik, menjadi perbincangan utama netizen di sosiam media.

Suami korban, Mujiarto, mengatakan bahwa istrinya dalam keadaan sehat sebelum kejadian. Ia bahkan menyebut sang istri memang menyukai sound horeg dan sengaja keluar malam untuk menikmati karnaval.

Keterangan suami Anik, Mujiarto, seolah membantah isu santer yang menyebut bahwa Anik sakit serangan jantung dan sudah dalam kondisi tidak sehat sebelum menonton karnaval.

Baca juga: Menelusuri Jejak Rasa Lumajang: Petualangan Kuliner dari Lereng Semeru ke Tengah Kota

“Kondisinya sehat, tidak punya riwayat penyakit berat. Tapi memang suaranya keras sekali malam itu, sangat membahayakan,” kata Mujiarto kepada wartawan, Senin (4/8/25).

Mujiarto menduga suara dari sound system alias sound horeg berdaya besar bisa menjadi pemicu istrinya kehilangan kesadaran.

“Ya ikhlas. Tapi kalau ditanya penyebabnya, ya itu tadi,” katanya.

Memicu perdebatan netizen di sosial media

Jatuhnya korban saat ada parade sound horeg di Lumajang membuat pembicaraan tentang sound bersuara keras kembali mencuat. Walaupun belum bisa dipastikan apa penyebab korban meninggal dunia mendadak, sebagian masyarakat semakin yakin bahwa sound horeg memang membahayakan kesehatan.

Walaupun demikian, masih banyak penggemar parade sound yang membantah parade sound membahayakan kesehatan. Menurut pembelanya, parade sound adalah bagian dari kesenian dan sangat bermanfaat untuk perekonomian.

Baca juga: Karnaval Berujung Duka, Dentuman Sound Horeg dan Gugurnya Seorang Ibu

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Siap Tindak Pelanggaran di Seluruh Surabaya

6 Januari 2026 - 09:28 WIB

Pemkot Surabaya Fokus Atasi Banjir Menahun di Simo dan Tanjungsari Mulai 2026

6 Januari 2026 - 09:21 WIB

Lonjakan penyerapan gabah Bulog Jember hingga 300 persen dibanding tahun sebelumnya

6 Januari 2026 - 09:00 WIB

Terima Aduan Warga, Bupati Lumajang Turun Langsung Cek Granit Alun-Alun

6 Januari 2026 - 08:45 WIB

Indeks Kepuasan Masyarakat Lumajang Capai 83,61

6 Januari 2026 - 08:03 WIB

Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Alami 32 Letusan Meski Tak Terpantau Visual

5 Januari 2026 - 15:01 WIB

Trending di Nasional