Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya menggandeng 38 hotel di Kota Pahlawan untuk memberdayakan UMKM lokal dengan memanfaatkan produk mereka sebagai pemasok kebutuhan operasional hotel, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar.
Kerja sama ini bertajuk Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel dan bertujuan menjadikan UMKM dan warga lokal sebagai pemasok utama hotel, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa langkah ini dirancang agar investasi di kota bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Saya ingin investasi ini bermanfaat untuk warga sekitar. Kalau hotel punya jaringan, kegiatan Surabaya juga bisa dipromosikan di sana. Intinya, kita harus bersatu untuk menaikkan okupansi pasca pandemi,” kata Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Minggu (8/2/2026).
Dalam kesepakatan bersama, pihak hotel berkomitmen menyerap kebutuhan logistik dari warga atau UMKM Surabaya. Produk yang disediakan mencakup daging sapi, daging ayam, telur, sayur, buah, susu segar, beras, gula, minyak goreng, hingga perlengkapan hotel seperti slipper.
Berdasarkan data rekapitulasi, kebutuhan bulanan hotel cukup besar. Beberapa komoditas utama antara lain 5,6 ton daging ayam, 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah-buahan, 3.200 liter susu segar, 8 ton telur, 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, 2,6 ton minyak goreng, serta 39.000 pasang slipper.
“Kebutuhan tersebut sangat banyak sehingga inilah peluang besar bagi warga dan UMKM di Kota Pahlawan untuk naik kelas,” ujarnya.
Eri juga mendorong dinas terkait untuk memastikan UMKM mampu memenuhi standar kualitas hotel melalui proses kurasi dan pelatihan.
“Sekarang tinggal kita mampu atau tidak memenuhi standar mereka. Negara harus hadir membantu warga agar produknya naik kelas,” tegasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. “Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan suasana investasi yang aman dan nyaman agar ekonomi masyarakat terus bergerak,” tambah Eri.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut baik kolaborasi ini. Selain komitmen penggunaan produk UMKM, ia juga mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya terkait kebijakan pengupahan.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran atas dukungannya terkait revisi UMSK Surabaya tahun 2026. Ini memberikan ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial sehingga kami bisa terus bersinergi dengan UMKM demi kemajuan ekonomi Surabaya,” kata Puguh.
Tinggalkan Balasan