Pemkab Lumajang Perkuat Pengendalian Lahar Semeru melalui Proyek VDRRSL S2 dan S4 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 8 Feb 2026 09:43 WIB ·

Pemkab Lumajang Perkuat Pengendalian Lahar Semeru melalui Proyek VDRRSL S2 dan S4


 Pemkab Lumajang Perkuat Pengendalian Lahar Semeru melalui Proyek VDRRSL S2 dan S4 Perbesar

Lumajang, – Melalui Proyek Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Package S2 dan S4, Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat pengendalian sedimen dan aliran lahar Gunung Semeru di wilayah hulu hingga hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen dan lahar harus dipahami sebagai investasi keselamatan jangka panjang.

Menurutnya, ancaman Gunung Semeru memiliki karakteristik berulang, progresif, dan berdampak lintas wilayah, sehingga memerlukan penanganan yang terencana dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Setiap infrastruktur pengendali bencana yang dibangun hari ini merupakan upaya melindungi nyawa, sumber penghidupan, serta masa depan masyarakat Lumajang. Karena itu, proyek ini harus dilaksanakan dengan perencanaan matang, koordinasi yang kuat, dan dukungan semua pihak,” katanya, Minggu (8/2/2026).

Package S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung yang menjadi jalur utama aliran lahar Gunung Semeru.

Dalam paket ini direncanakan pembangunan dua unit bangunan pengendali sedimen (check dam/sabodam), revetmen beton sepanjang kurang lebih 900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang sekitar 500 meter.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengendalikan material sedimen dan debris vulkanik dengan kapasitas tampungan mencapai sekitar satu juta meter kubik. Kapasitas ini dinilai krusial untuk mereduksi energi dan daya rusak aliran lahar sebelum mencapai kawasan permukiman dan lahan produktif di wilayah hilir.

Namun demikian, ia menyampaikan pentingnya pengelolaan aspek sosial dalam pelaksanaan proyek, khususnya di kawasan hulu yang selama ini menjadi lokasi aktivitas penambangan pasir rakyat.

“Mitigasi bencana harus berjalan seiring dengan pengelolaan sosial. Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan agar pembangunan berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Package S4 yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menyasar wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir lahar dan sedimentasi.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan satu unit consolidation dam serta enam ruas tanggul pengarah aliran dengan total panjang sekitar 2.500 meter.

“Dengan kapasitas tampungan sedimen sekitar 0,34 juta meter kubik, Package S4 diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kawasan Candipuro serta memperkuat ketahanan infrastruktur dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional