Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 2 Des 2025 07:40 WIB ·

Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru


 Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru Perbesar

Lumajang, – Peran Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Lumajang dalam penanganan darurat erupsi Gunung Semeru tak hanya berhenti pada penyediaan dukungan komunikasi.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ORARI turut mengambil peran penting dalam memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas, bekerja sama dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya (UNUSA).

Program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dirancang untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan emosional pascabencana. Melalui permainan edukatif, kegiatan kreatif, serta sesi pendampingan ringan, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana aman dan menyenangkan.

Kegiatan LDP ini berlangsung di beberapa titik pengungsian dengan melibatkan relawan ORARI yang selama ini bertugas di posko komunikasi. Ketika aktivitas evakuasi dan penanganan logistik berlangsung, para relawan mahasiswa hadir untuk menemani anak-anak yang membutuhkan kenyamanan emosional selama berada di pengungsian.

Ketua ORARI Lokal Lumajang, Amalia Nursanti (YB3SAN), menyampaikan bahwa dukungan psikososial merupakan bagian penting dari pemulihan dini pascabencana.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia komunikasi, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut membantu pemulihan mental warga terdampak. Kolaborasi dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya ini membuktikan bahwa kerja kemanusiaan harus saling menguatkan,” kata Amalia, saat dikonformasi pada Selasa (2/11/2025).

Ia menambahkan keberadaan kegiatan ramah anak ini membantu mengurangi ketegangan di lingkungan pengungsian.

“Serta memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, dan berinteraksi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah