Dukungan Warga Sakit untuk Dodik di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 17 Sep 2026 18:57 WIB ·

Tak Lagi Naik Motor Sendiri, Dodik Akan Diantar Ambulans Desa untuk Cuci Darah


 Tak Lagi Naik Motor Sendiri, Dodik Akan Diantar Ambulans Desa untuk Cuci Darah Perbesar

LUMAJANG – Selama ini Dodik memilih mengendarai sepeda motor sendiri setiap kali pergi ke rumah sakit. Warga Dusun Plandisari, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, itu tidak ingin merepotkan orang lain meski harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal.

Namun, kebiasaan tersebut membuat Bupati Lumajang Indah Amperawati prihatin. Saat mengunjungi rumah Dodik bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Selasa (15/9/2026), Bunda Indah meminta Dodik berhenti mengendarai motor sendiri menuju rumah sakit.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangkaian Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu) di wilayah Kecamatan Sukodono.

Dodik sudah menjalani cuci darah sekitar dua bulan terakhir. Ia harus rutin menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pengobatan, tetapi selama ini masih berangkat seorang diri dengan sepeda motor.

Bunda Indah langsung meminta pemerintah desa membantu kebutuhan transportasi Dodik agar ia dapat menjalani pengobatan dengan lebih aman.

Bunda Indah Minta Dodik Tak Lagi Berkendara Sendiri

Bunda Indah menilai perjalanan menuju rumah sakit memiliki risiko jika Dodik mengendarai sepeda motor seorang diri dalam kondisi kesehatan yang rentan.

“Ndak boleh lagi naik sepeda motor sendiri ke rumah sakit, itu sangat berbahaya. Kalau dalam perjalanan ada apa-apa atau jatuh bagaimana?” kata Bunda Indah.

Ia kemudian meminta Pemerintah Desa Klanting menyiapkan ambulans desa setiap kali Dodik harus menjalani cuci darah.

“Saya minta kepala desa siapkan ambulans desa setiap kali Pak Dodik mau cuci darah, tolong diantar. Kalau ambulans desa sedang dipakai, langsung hubungi puskesmas biar diantar petugas. Pokoknya jangan sampai naik motor sendiri lagi,” tegasnya.

Arahan tersebut membuat kebutuhan transportasi menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap pengobatan Dodik.

Bagi pasien yang harus menjalani perawatan secara rutin, perjalanan menuju fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting dari proses pengobatan. Pemerintah ingin memastikan Dodik dapat menjalani cuci darah tanpa harus mempertaruhkan keselamatannya di perjalanan.

Penghasilan Terhenti, Dodik Masih Menanggung Tiga Anak

Sebelum mengalami penurunan kondisi kesehatan, Dodik bekerja sebagai penjual kerupuk. Kini ia tidak lagi mampu bekerja sehingga penghasilan keluarga ikut berhenti.

Dodik dan istrinya, Martini, masih harus memenuhi kebutuhan tiga anak. Anak pertama mereka bersekolah di SMK, sementara dua anak kembar mereka duduk di kelas 3 SD.

Untuk biaya cuci darah, keluarga Dodik memperoleh dukungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Namun, berhentinya penghasilan tetap membuat kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan.

Melihat kondisi tersebut, Bunda Indah menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako kepada keluarga Dodik.

Bunda Indah juga memberikan dua unit sepeda untuk anak-anak Dodik. Bantuan tersebut dapat membantu aktivitas mereka, terutama ketika berangkat dan pulang sekolah.

Dukungan itu menjadi perhatian tambahan bagi keluarga yang kini menghadapi perubahan kondisi ekonomi akibat Dodik tidak lagi bisa bekerja.

Martini mengaku bantuan dan kepedulian dari lingkungan sekitar sangat berarti bagi keluarganya.

“Gagal ginjalnya baru kemarin, dapat dua bulan. Sekarang bapak ndak bisa kerja. Untuk kebutuhan tiap hari ya kadang dikasih sama tetangga-tetangga. Bantuan dari desa alhamdulillah kemarin dapat beras,” ungkap Martini.

Data Kesejahteraan Keluarga Diminta Segera Menyesuaikan

Bunda Indah juga meminta dinas terkait melihat kembali kondisi kesejahteraan keluarga Dodik.

Saat ini data keluarga Dodik masih tercatat dalam Desil 6. Padahal, kondisi ekonomi keluarga berubah setelah Dodik berhenti bekerja karena harus menjalani pengobatan.

Karena itu, Bunda Indah meminta dinas terkait melakukan penyesuaian data sesuai kondisi terbaru keluarga tersebut.

“Kondisinya sudah seperti ini, tidak mampu bekerja lagi. Saya minta data desilnya segera diturunkan ke Desil 3 atau 4 supaya bantuan sosialnya dari pemerintah bisa masuk,” ujarnya.

Permintaan tersebut menunjukkan bahwa persoalan keluarga Dodik tidak hanya menyangkut kebutuhan pengobatan. Perubahan kemampuan ekonomi juga perlu masuk dalam pendataan agar pemerintah dapat menyesuaikan bentuk dukungan yang tersedia.

Kunjungan Bunda Indah dan Mas Yudha sekaligus memperlihatkan bagaimana Setormadu membuka ruang bagi pemerintah untuk melihat kondisi warga secara langsung.

Dari kebutuhan transportasi untuk cuci darah, kebutuhan sekolah anak, hingga kondisi ekonomi keluarga, berbagai persoalan muncul dalam satu rangkaian kehidupan yang saling berkaitan.

Bagi keluarga Dodik, perhatian tersebut membawa satu perubahan penting. Untuk menjalani cuci darah berikutnya, Dodik tidak perlu lagi memaksakan diri mengendarai sepeda motor seorang diri. Ambulans desa akan membantu mengantarnya menuju rumah sakit agar ia dapat fokus menjalani pengobatan.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah