Tangis Sunyi di Sumbersari, Ketika Rumah dan Harapan Ikut Runtuh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 21 Nov 2025 10:26 WIB ·

Tangis Sunyi di Sumbersari, Ketika Rumah dan Harapan Ikut Runtuh


 Tangis Sunyi di Sumbersari, Ketika Rumah dan Harapan Ikut Runtuh Perbesar

Lumajang, – Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pernah menjadi tempat di mana suara anak-anak berlarian menyatu dengan denting peralatan dapur, dan warga saling menyapa di halaman rumah mereka.

Namun kini, semuanya berubah hanya dalam waktu beberapa jam. Erupsi Gunung Semeru menyapu habis kehidupan yang selama puluhan tahun dibangun masyarakatnya menghilangkan satu dusun begitu cepat, seolah waktu dipercepat tanpa memberi kesempatan bagi siapa pun untuk bersiap.

Ketika debu mulai mengendap dan lahar berhenti mengalir, warga yang kembali hanya menemui pemandangan yang mematahkan hati. Puluhan rumah yang dulu berdiri kokoh telah hilang tak berbentuk.

Hanya fondasi yang berserakan, tembok yang tinggal separuh, bak mandi yang berdiri sendirian tanpa rumah yang menaunginya, serta potongan kayu yang terlempar jauh dari tempat semula.

Bagi mereka yang menyaksikan, pemandangan itu seperti melihat sebuah buku kehidupan yang sobek halaman demi halaman hingga tak tersisa ceritanya.

Tak hanya rumah warga, dua mushala dan gedung SDN 2 Supiturang ikut rata dengan tanah. Tempat ibadah yang dulu menjadi pusat ketenangan dan sekolah yang menjadi harapan masa depan anak-anak kini hanyalah puing dan debu.

Di tempat di mana biasanya terdengar lantunan doa dan riuh tawa murid-murid, kini hanya ada kesunyian panjang yang memantulkan betapa dahsyatnya amukan Semeru.

Warga yang melangkah kembali ke dusun mereka tampak seperti memasuki tempat asing. Mereka berdiri terpaku, menatap puing dengan mata yang tak mampu menyembunyikan keterkejutan.

“Tidak pernah terbayang rumah yang kami bangun bertahun-tahun hilang dalam hitungan jam,” kata Roni, warga setempat, Jumat (21/11/2025).

Bencana datang cepat, menyapu semua yang disentuhnya. Dalam gelap malam, warga berlari menyelamatkan nyawa, meninggalkan rumah dan barang-barang berharga tanpa sempat menengok ke belakang. Ketika mereka kembali di pagi hari, desa mereka telah hilang. Tidak berubah, tapi hilang.

Dusun Sumbersari kini bukan lagi tempat tinggal, melainkan kenangan yang tertimbun di balik lumpur dan reruntuhan. Setiap sisi dusun menyimpan cerita tentang kehidupan yang terampas tiba-tiba: dapur tanpa dinding, mushala tanpa atap, sekolah tanpa kelas. Dusun ini lenyap dalam semalam, meninggalkan luka mendalam yang tak akan pulih dalam waktu dekat.

Namun di balik kehancuran itu, para penyintas tetap saling menggenggam satu sama lain, berusaha bangkit dari sunyi, dari puing, dari ingatan yang masih terasa terlalu perih untuk dikenang.

“Dusun boleh hilang, tetapi semangat warganya untuk bertahan tidak akan ikut hilang bersama tanah yang tergerus lahar,” kata dia dengan nada tegas.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional