Tetap Waspada Aktivitas Semeru, Penambangan Pasir Diizinkan Lagi namun Hanya Saat PVMGB Aman - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 30 Nov 2025 07:08 WIB ·

Tetap Waspada Aktivitas Semeru, Penambangan Pasir Diizinkan Lagi namun Hanya Saat PVMGB Aman


 Tetap Waspada Aktivitas Semeru, Penambangan Pasir Diizinkan Lagi namun Hanya Saat PVMGB Aman Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali membuka aktivitas penambangan pasir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru, namun dengan pengawasan ketat dari sensor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB).

Keputusan ini menyusul pelonggaran larangan tambang yang sempat diberlakukan ketika aktivitas vulkanik Semeru meningkat.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 300.2.1/1/427.76/2025 tentang Imbauan Pelaksanaan Aktivitas Penambangan, yang ditandatangani Bupati Indah Amperawati Masdar pada 29 November 2025.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan izin kembali beroperasinya tambang pasir hanya berlaku selama kondisi gunung dinyatakan aman berdasarkan pantauan alat PVMGB.

“Boleh (aktivitas pertambangan pasir), tapi dengan catatan,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Ia menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama di tengah fluktuasi aktivitas vulkanik Semeru. “Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi tetap berada dalam batas aman,” katanya.

Dalam aturan terbaru itu, Pemkab Lumajang mensyaratkan bahwa semua aktivitas penambangan harus dihentikan apabila sensor PVMGB merekam getaran atau banjir lahar dengan amplitudo mencapai maksimal 20 mm dalam durasi signifikan.

Pemutusan kegiatan secara cepat dianggap penting untuk menghindari risiko besar, mengingat kondisi Semeru yang masih tidak stabil.

Selain itu, Pemkab juga membatasi jam operasional tambang hanya pukul 08.00-16.00 WIB. Pembatasan ini bertujuan memastikan kegiatan tetap mudah dipantau oleh petugas, sekaligus meminimalkan risiko saat cuaca sore atau malam yang cenderung lebih rawan perubahan aktivitas vulkanik.

Pemkab menegaskan bahwa keputusan membuka kembali izin penambangan merupakan kompromi antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Sebelumnya, aktivitas tambang di sepanjang aliran sungai Semeru sempat dihentikan ketika status gunung berada di level IV atau Awas.

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah