Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 1 Des 2025 14:17 WIB ·

Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah


 Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah Perbesar

Lumajang, – Status Gunung Semeru memang telah diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), namun kondisi mitigasi di lapangan justru memprihatinkan. Sebanyak 80 persen sistem peringatan dini (EWS) dilaporkan rusak, membuat kesiapsiagaan masyarakat di lereng Semeru berada pada titik kritis.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyebut dua unit EWS berupa sirene di Desa Sumberurip dan Supiturang tidak lagi berfungsi setelah diterjang awan panas. Padahal, alat tersebut merupakan garda terdepan untuk memberikan alarm bahaya saat terjadi erupsi susulan atau aliran lahar hujan.

Kerusakan itu diperparah dengan matinya delapan kamera CCTV pemantau aktivitas Semeru dan satu pemancar radio BPBD. Dengan hilangnya kemampuan pemantauan visual dan komunikasi darurat, potensi keterlambatan informasi kepada warga semakin besar.

“Kita tidak bisa memberikan peringatan awal jika terjadi bencana lagi,” tegas Isnugroho, Senin (1/12/2025).

BPBD hanya mengandalkan komunikasi via telepon seluler untuk menyampaikan informasi perkembangan situasi gunung. Laporan kerusakan telah disampaikan kepada Bupati Lumajang, sementara tim Deputi 1 BNPB turun langsung mengecek kondisi di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan.

Meski status gunung turun, PVMBG menegaskan bahwa ancaman Semeru belum berakhir. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak, serta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer.

Di luar batas tersebut, masyarakat tetap diminta berhati-hati karena awan panas dan aliran lahar berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional