Warga Peringatkan Bahaya! Pengendara Jangan Masuk, Gelap Gulita Tak Kelihatan Apa-apa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 19 Nov 2025 21:05 WIB ·

Warga Peringatkan Bahaya! Pengendara Jangan Masuk, Gelap Gulita Tak Kelihatan Apa-apa


 Warga Peringatkan Bahaya! Pengendara Jangan Masuk, Gelap Gulita Tak Kelihatan Apa-apa Perbesar

Lumajang, – Situasi di kawasan Jembatan Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, semakin mengkhawatirkan seiring luncuran awan panas Gunung Semeru yang terus bergerak hingga mencapai 14 kilometer dari puncak kawah.

Erupsi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu membuat kondisi di sekitar Gladak Perak berubah drastis menjadi gelap gulita.

Laporan terbaru Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru menyebutkan bahwa erupsi masih berlangsung. Lereng Semeru tertutup kabut tebal, disertai hujan air, abu vulkanik, dan sesekali sambaran petir.

Awan panas yang terus menggelinding ke bawah menimbulkan asap pekat yang menutup pandangan.

Salah satu warga Sumberwuluh, Erik, memperingatkan keras warga maupun pengendara agar tidak mendekati Gladak Perak.

“Pengendara jangan masuk, ini tidak kelihatan. Gelap gulita, bahaya,” ujarnya dari lokasi pada Rabu (19/11/2025) sore.

Erik menambahkan bahwa abu vulkanik sudah menutupi seluruh area jembatan, sementara asap terus mengepul dari bawah struktur jembatan.

Situasi mencekam ini memicu warga mulai meninggalkan rumah untuk mencari tempat aman. Banyak yang membawa barang seadanya, mengingat jarak pandang di sekitar Besuk Kobokan semakin menurun drastis.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, membenarkan bahwa status Gunung Semeru telah dinaikkan dari Level II (Waspada) langsung menjadi Level IV (Awas).

“Benar, naik awas,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia menegaskan bahwa tim BPBD masih terus melakukan evakuasi warga meskipun kondisi di lapangan sangat sulit.
“Saya masih di Kamar Kajang, tidak bisa naik,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional