Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Kesehatan dan Olah Raga · 2 Jul 2025 18:43 WIB ·

Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh


 Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh Perbesar

Lumajang, – Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya membawa perubahan cuaca yang ekstrem, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, salah satunya leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan, khususnya tikus.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang, sepanjang tahun 2025 hingga awal Juli, tercatat sebanyak 22 kasus leptospirosis.

Dari jumlah tersebut, 13 kasus dikategorikan sebagai suspek, sementara 9 lainnya masuk kategori probabel. Meski seluruh pasien telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis, tren kasus ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak kesehatan dan masyarakat.

“Memang tiap tahun ada saja kasus leptospirosis yang muncul, terutama saat pergantian musim. Tahun ini kami mencatat 22 kasus, dan alhamdulillah semuanya sudah sembuh total setelah mendapatkan perawatan yang tepat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono, Rabu (2/7/25).

Marshal mwnjelaskan, kondisi lingkungan yang basah dan adanya genangan air menjadi medium yang sangat ideal bagi bagi Leptospira untuk bertahan hidup dan menyebar. Urine tikus yang terancam dengan air di lingkungan sekutar menjadi sumber utama penularan penyakit.

“Penularan leptospirosis sangat mudah terjadi jika masyarakat beraktivitas di lingkungan yang terkontaminasi tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot atau sarung tangan karet,” tambahnya.

Leptospirosis dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga komplikasi serius seperti gagal ginjal dan meningitis pada kasus berat. Beberapa pasien di Lumajang bahkan harus menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menanggapi situasi ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area yang rawan genangan air seperti sawah, selokan, dan area perkotaan yang sering tergenang.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu boot dan sarung tangan karet saat bekerja di lingkungan basah atau tergenang air.

Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan tumpukan sampah dan mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.

Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala awal leptospirosis seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, karena leptospirosis bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani,” tegas Marshall.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 lalu, Lumajang mencatat 24 kasus leptospirosis. Meskipun jumlah kasus tahun ini sedikit menurun, potensi penularan masih sangat tinggi jika masyarakat dan pemerintah tidak melakukan langkah antisipasi yang efektif.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Namun, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Super Flu Lebih Mudah Menular, Dinkes Lumajang Ingatkan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

20 Januari 2026 - 06:42 WIB

Stunting Tinggi, Legislator Patungan, Inisiatif Sosial yang Menagih Tanggung Jawab Pemerintah

9 Januari 2026 - 13:01 WIB

Ketika Legislator Turun Tangan Langsung, DPRD Menambal Celah Program Pemerintah

9 Januari 2026 - 12:55 WIB

Persebaya Surabaya Menang Tipis 1-0 Atas Madura United, Kemenangan Berharga di Derbi Suramadu

4 Januari 2026 - 13:05 WIB

Dinas Kesehatan Diminta Awasi Ketat Program MBG Demi Keamanan Gizi Anak

26 Desember 2025 - 10:24 WIB

Air Rebusan Daun Ceri, Minuman Herbal Kaya Manfaat untuk Kesehatan

14 Desember 2025 - 13:49 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga