Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kesehatan dan Olah Raga · 2 Jul 2025 18:43 WIB ·

Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh


 Waspada Leptospirosis di Lumajang Saat Peralihan Musim: 22 Kasus Terjadi, Semua Pasien Sudah Sembuh Perbesar

Lumajang, – Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya membawa perubahan cuaca yang ekstrem, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, salah satunya leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan, khususnya tikus.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang, sepanjang tahun 2025 hingga awal Juli, tercatat sebanyak 22 kasus leptospirosis.

Dari jumlah tersebut, 13 kasus dikategorikan sebagai suspek, sementara 9 lainnya masuk kategori probabel. Meski seluruh pasien telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis, tren kasus ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak kesehatan dan masyarakat.

“Memang tiap tahun ada saja kasus leptospirosis yang muncul, terutama saat pergantian musim. Tahun ini kami mencatat 22 kasus, dan alhamdulillah semuanya sudah sembuh total setelah mendapatkan perawatan yang tepat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono, Rabu (2/7/25).

Marshal mwnjelaskan, kondisi lingkungan yang basah dan adanya genangan air menjadi medium yang sangat ideal bagi bagi Leptospira untuk bertahan hidup dan menyebar. Urine tikus yang terancam dengan air di lingkungan sekutar menjadi sumber utama penularan penyakit.

“Penularan leptospirosis sangat mudah terjadi jika masyarakat beraktivitas di lingkungan yang terkontaminasi tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot atau sarung tangan karet,” tambahnya.

Leptospirosis dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga komplikasi serius seperti gagal ginjal dan meningitis pada kasus berat. Beberapa pasien di Lumajang bahkan harus menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menanggapi situasi ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area yang rawan genangan air seperti sawah, selokan, dan area perkotaan yang sering tergenang.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu boot dan sarung tangan karet saat bekerja di lingkungan basah atau tergenang air.

Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan tumpukan sampah dan mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.

Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala awal leptospirosis seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, karena leptospirosis bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani,” tegas Marshall.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 lalu, Lumajang mencatat 24 kasus leptospirosis. Meskipun jumlah kasus tahun ini sedikit menurun, potensi penularan masih sangat tinggi jika masyarakat dan pemerintah tidak melakukan langkah antisipasi yang efektif.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Namun, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator PDIP Lumajang Siapkan Pendampingan Warga Berobat hingga Transportasi Gratis

17 Mei 2026 - 19:07 WIB

PDIP Lumajang Siap Fasilitasi Pengobatan Warga Miskin hingga Jutaan

17 Mei 2026 - 18:36 WIB

Sepak Bola Kampung di Senduro Perkuat Ikatan Sosial Warga Antar-RW

13 Mei 2026 - 18:53 WIB

Tompokerso Cup di Lumajang Dibuka dengan Genduren, Tradisi Desa yang Tetap Bertahan

13 Mei 2026 - 18:34 WIB

TC di Prancis Jadi Titik Penting Karier Lintang Radisty, Talenta Lumajang di Timnas U-17

12 Mei 2026 - 14:16 WIB

Candra Hermawan Podium di Buriram, Yamaha Indonesia Optimistis Hadapi Seri Ketiga ARRC

12 Mei 2026 - 14:00 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga