Dokter: Luka Bakar di Atas 40 Persen Sudah Berbahaya, Korban Semeru Capai 80 Persen - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kesehatan dan Olah Raga · 20 Jun 2026 14:32 WIB ·

Dokter: Luka Bakar di Atas 40 Persen Sudah Berbahaya, Korban Semeru Capai 80 Persen


 Dokter: Luka Bakar di Atas 40 Persen Sudah Berbahaya, Korban Semeru Capai 80 Persen Perbesar

Lumajang, – Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang menyebut kondisi korban letupan Semeru sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, luka bakar yang dialami mencapai lebih dari 80 persen tubuh, dua kali lipat di atas ambang luka bakar berat.

Kondisi penambang yang menjadi korban letupan sekunder material panas Gunung Semeru masih kritis.

Tim medis RSUD dr. Haryoto Lumajang menyatakan korban mengalami luka bakar lebih dari 80 persen tubuh, tingkat cedera yang tergolong sangat berat dan mengancam keselamatan jiwa.

Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, Wawan Arwijanto, mengatakan korban telah mendapatkan penanganan medis darurat sejak tiba di rumah sakit.

Tim dokter melakukan operasi untuk membersihkan luka bakar, memasang akses cairan, serta alat bantu pernapasan guna menjaga kondisi pasien tetap stabil.

“Korban sudah dilakukan penanganan awal, operasi untuk membersihkan semua luka bakarnya, memasang saluran untuk pemberian cairan, kemudian memasang saluran untuk membantu pernapasan,” kata Wawan, Sabtu (20/6/2026).

Menurut dia, luas luka bakar yang dialami korban jauh melampaui batas yang umumnya dikategorikan berbahaya dalam dunia medis.

“Luka ini luka bakar 80 persen lebih. Jadi ini kondisi yang sangat membahayakan. Biasanya di atas 40 persen ini sudah bahaya,” jelasnya.

Selain kerusakan pada kulit, tim medis juga mewaspadai kemungkinan gangguan pada sejumlah organ vital. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah saluran pernapasan karena korban diduga menghirup udara panas saat letupan terjadi.

“Saat ini sedang kondisi kritis. Yang kita takutkan ada kerusakan di jalan pernapasan karena menghirup panas itu tadi,” kata dia.

Risiko lain yang dihadapi korban adalah gangguan fungsi ginjal akibat kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar. Luka bakar yang luas dapat menyebabkan penguapan cairan secara masif sehingga memengaruhi kerja organ tubuh.

“Kemudian di saluran napasnya, kemudian di ginjal karena penguapan cairan dan di kulit terutama,” ucapnya.

Meski kondisi korban sangat berat, rumah sakit menyatakan akan terus memberikan penanganan maksimal. Saat ini pasien menjalani perawatan intensif dengan pengawasan ketat untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang dapat memperburuk keadaan.

Wawan mengatakan tim medis berupaya menjaga stabilitas kondisi pasien agar mampu melewati fase kritis pasca kejadian.

“Ya, sekali lagi mohon doanya. Ini perlu perawatan intensif. Kita akan berusaha maksimal memberikan bantuan medis supaya bisa bertahan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran BPJS Kesehatan Lumajang 2026 Masih Kurang Rp1,2 Miliar

29 Mei 2026 - 11:13 WIB

DPRD PDI Perjuangan Lumajang Serap Aspirasi Warga Terkait Layanan BPJS

25 Mei 2026 - 21:48 WIB

Puluhan Anak Terindikasi Kelainan Jantung, RS Siti Khodijah Lakukan Jemput Bola di Lumajang

23 Mei 2026 - 15:49 WIB

Bupati Lumajang Gandeng AMS dan Rumah Sakit untuk Deteksi Dini Kelainan Jantung Anak

23 Mei 2026 - 15:42 WIB

Legislator PDIP Lumajang Siapkan Pendampingan Warga Berobat hingga Transportasi Gratis

17 Mei 2026 - 19:07 WIB

PDIP Lumajang Siap Fasilitasi Pengobatan Warga Miskin hingga Jutaan

17 Mei 2026 - 18:36 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga