Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan anak dengan kelainan jantung bawaan (KJB).
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, saat ini terdapat 41 anak di Lumajang yang terindikasi mengalami kelainan jantung dan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan bersama yayasan sosial dan rumah sakit mitra.
Indah mengatakan kasus kelainan jantung bawaan pada anak hampir selalu ditemukan setiap tahun. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng akomunitas Adventure Kakelar Surga (AMS) untuk melakukan pendataan dan pendampingan pasien sejak dini.
“Di Lumajang ini selalu ada kasus yang ditemukan karena memang kita cari. Yayasan AMS sangat rajin membantu pemerintah untuk mendeteksi anak-anak yang terindikasi kelainan jantung,” kata Indah, Sabtu (23/5/2026).
Menurut dia, pendeteksian dilakukan melalui laporan dari dokter spesialis anak di rumah sakit umum maupun tempat praktik dokter. Anak-anak yang terindikasi mengalami kelainan jantung kemudian dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemkab Lumajang, kata dia, juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Surabaya dan Jakarta. Selain itu, beberapa pasien turut mendapat bantuan operasi jantung di India melalui dukungan Little Hearts Foundation.
“Beberapa anak sudah berhasil dioperasi di India. Tingkat keberhasilannya juga sangat tinggi, jauh lebih besar dibandingkan tingkat kegagalannya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rumah Sakit Siti Khodijah turut melakukan pemeriksaan terhadap 41 anak yang terindikasi mengalami kelainan jantung bawaan di Lumajang. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kondisi pasien sekaligus memberikan arahan penanganan lanjutan bagi keluarga pasien.
Indah mengakui Lumajang hingga kini belum memiliki dokter spesialis jantung anak serta fasilitas penunjang yang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga.
“Kami akan bekerja sama dengan Universitas Airlangga agar dokter-dokter PPDS bisa membantu pelayanan di RSUD Dr Haryoto Lumajang, terutama untuk spesialis jantung anak,” katanya.
Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan dukungan bagi pasien rujukan melalui penyediaan rumah singgah di Surabaya. Saat ini, Pemkab Lumajang juga tengah mencari
Tinggalkan Balasan