Bupati Lumajang Gandeng AMS dan Rumah Sakit untuk Deteksi Dini Kelainan Jantung Anak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 23 Mei 2026 15:42 WIB ·

Bupati Lumajang Gandeng AMS dan Rumah Sakit untuk Deteksi Dini Kelainan Jantung Anak


 Bupati Lumajang Gandeng AMS dan Rumah Sakit untuk Deteksi Dini Kelainan Jantung Anak Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan anak dengan kelainan jantung bawaan (KJB).

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, saat ini terdapat 41 anak di Lumajang yang terindikasi mengalami kelainan jantung dan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan bersama yayasan sosial dan rumah sakit mitra.

Indah mengatakan kasus kelainan jantung bawaan pada anak hampir selalu ditemukan setiap tahun. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng akomunitas Adventure Kakelar Surga (AMS) untuk melakukan pendataan dan pendampingan pasien sejak dini.

“Di Lumajang ini selalu ada kasus yang ditemukan karena memang kita cari. Yayasan AMS sangat rajin membantu pemerintah untuk mendeteksi anak-anak yang terindikasi kelainan jantung,” kata Indah, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, pendeteksian dilakukan melalui laporan dari dokter spesialis anak di rumah sakit umum maupun tempat praktik dokter. Anak-anak yang terindikasi mengalami kelainan jantung kemudian dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemkab Lumajang, kata dia, juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Surabaya dan Jakarta. Selain itu, beberapa pasien turut mendapat bantuan operasi jantung di India melalui dukungan Little Hearts Foundation.

“Beberapa anak sudah berhasil dioperasi di India. Tingkat keberhasilannya juga sangat tinggi, jauh lebih besar dibandingkan tingkat kegagalannya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rumah Sakit Siti Khodijah turut melakukan pemeriksaan terhadap 41 anak yang terindikasi mengalami kelainan jantung bawaan di Lumajang. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kondisi pasien sekaligus memberikan arahan penanganan lanjutan bagi keluarga pasien.

Indah mengakui Lumajang hingga kini belum memiliki dokter spesialis jantung anak serta fasilitas penunjang yang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga.

“Kami akan bekerja sama dengan Universitas Airlangga agar dokter-dokter PPDS bisa membantu pelayanan di RSUD Dr Haryoto Lumajang, terutama untuk spesialis jantung anak,” katanya.

Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan dukungan bagi pasien rujukan melalui penyediaan rumah singgah di Surabaya. Saat ini, Pemkab Lumajang juga tengah mencari

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Ribu Warga Lumajang Tercatat Diabetes, Dinkes Temukan Dua Kasus pada Anak di 2026

26 Agustus 2026 - 12:40 WIB

BRI Kejar Poin, Polres Lumajang Kejar Gelar: Final Basket Berakhir untuk Polisi

24 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Diabetes Terkendali 18,36 Persen, Lumajang Lampaui Target tapi 81,64 Persen Jadi Pekerjaan Rumah

19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Percasi Lumajang Gelar Kejurkab Catur, Bidik Bibit Atlet untuk Popda 2026 dan Porprov 2027

18 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Target Hipertensi Terkendali 25 Persen, Lumajang Baru Capai 12,86 Persen

13 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga