Lumajang, – Rumah Sakit Siti Khodijah bersama Komunitas Adventure Kakelar Surga (AMS) melakukan layanan jemput bola untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan (KJB) pada anak di Kabupaten Lumajang.
Ketua Komunitas AMS Niken Suyanti mengatakan, saat ini terdapat 41 anak di Lumajang yang terindikasi mengalami kelainan jantung bawaan dan menjalani pemeriksaan lanjutan bersama tim medis dari Rumah Sakit Siti Khodijah.
“Yang baru ada 41 anak. Kami dapat rekomendasi dari dokter anak, lalu kami hubungi dan lakukan validasi,” kata Niken, Sabtu (23/5/2026).
Menurut dia, selama ini pasien yang terindikasi mengalami kelainan jantung harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Sidoarjo. Dalam satu pekan, AMS bisa melakukan perjalanan hingga tiga sampai empat kali untuk mengantarkan pasien.
“Sekali berangkat biasanya bisa tiga pasien. Sekarang RS Siti Khodijah melakukan jemput bola ke Lumajang, jadi kami sangat terbantu,” tuturnya.
Niken mengatakan layanan jemput bola membuat proses deteksi pasien menjadi lebih cepat. Selain itu, keluarga pasien juga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan operasional yang besar untuk pemeriksaan awal.
“Dengan pemeriksaan di Lumajang ini kami bisa hemat waktu, tenaga, dan biaya operasional,” katanya.
Ia menjelaskan, total pasien anak dengan kelainan jantung bawaan yang tercatat di AMS saat ini mencapai 264 anak. Namun jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah karena masih ada sejumlah keluarga yang menolak menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pemerintah daerah terus mendukung penanganan anak dengan kelainan jantung melalui kerja sama dengan yayasan sosial dan rumah sakit.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga telah menyiapkan rumah singgah di Surabaya untuk keluarga pasien yang menjalani pengobatan rujukan. Selain itu, pemerintah daerah tengah mencari lokasi rumah singgah di Malang yang dekat dengan Rumah Sakit Dr Saiful Anwar.
“Kami terus melakukan upaya pendampingan karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kerja sama dengan masyarakat, yayasan sosial, dan rumah sakit,” kata Indah.
Tinggalkan Balasan