1.000 Investor Baru Muncul Setiap Bulan, Malang Jadi Magnet Investasi Anak Muda - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 7 Okt 2025 18:49 WIB ·

1.000 Investor Baru Muncul Setiap Bulan, Malang Jadi Magnet Investasi Anak Muda


 1.000 Investor Baru Muncul Setiap Bulan, Malang Jadi Magnet Investasi Anak Muda Perbesar

Malang, – Kota Malang kini tengah menjelma menjadi magnet baru investasi di kalangan generasi muda. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, tercatat rata-rata 1.000 investor baru bergabung setiap bulan sepanjang tahun 2025, dengan mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan anak muda di bawah usia 30 tahun.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyebut bahwa lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan literasi keuangan di Malang Raya, sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai pusat pengembangan pasar modal generasi muda.

“Kami yakin sebagian besar dari 13.000 investor baru di tahun ini adalah anak muda. Ini sejalan dengan data nasional, di mana 54 persen dari total 18 juta investor pasar modal adalah generasi di bawah usia 30 tahun,” ungkap Farid dalam kegiatan Financial Literacy for Young Youth di Universitas Brawijaya, Selasa (7/10/2025).

Baca juga: Bangunan Pendidikan Tanpa Legalitas? Ponpes di Lumajang Belum Ajukan PBG Sejak 2020

Sebagai kota pendidikan dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, Malang memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan investor muda. Banyak mahasiswa kini mulai menyisihkan penghasilan dari beasiswa, pekerjaan paruh waktu, atau uang saku untuk membeli saham dan reksa dana.

Tak hanya jumlahnya yang terus tumbuh, partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan edukasi keuangan juga menunjukkan semangat yang besar untuk belajar.

“Kami ingin tunjukkan bahwa investasi itu tidak mahal dan bisa dimulai siapa saja. Bahkan dengan Rp 100.000, mahasiswa sudah bisa membuka rekening saham dan mulai menanamkan uangnya,” tambah Farid.

Baca juga: Dugaan Paparan Radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Cikande dan Surabaya Bikin Warga Waswas

Namun di balik tren yang menjanjikan ini, OJK juga memberi peringatan bahwa minat tinggi anak muda terhadap investasi tidak selalu dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Banyak dari mereka masih rentan terhadap penipuan dan skema investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan instan.

Dari total 1.743 pengaduan keuangan yang diterima OJK Malang, 11,36 persen merupakan kasus penipuan, yang sebagian korbannya adalah anak muda. Secara nasional, kerugian akibat penipuan finansial tercatat mencapai Rp 5,6 triliun.

“Banyak anak muda tergoda hasil cepat dan instan. Di sinilah pentingnya edukasi agar mereka tidak hanya menjadi investor, tapi juga investor yang cerdas dan berhati-hati,” ujar Farid.

OJK Malang terus menggencarkan program edukasi keuangan ke kampus-kampus. Lewat kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia dan tokoh publik seperti Piyu, gitaris band Padi, OJK berupaya menyampaikan materi keuangan dengan pendekatan yang dekat dan relevan bagi mahasiswa.

Tujuannya sederhana namun strategis, menjadikan mahasiswa tak hanya paham produk investasi, tapi juga mampu membangun kebiasaan keuangan sehat seperti mencatat pengeluaran dan disiplin menyisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk investasi.

Dengan pertumbuhan investor muda yang pesat, kegiatan edukatif yang masif, serta kesadaran akan risiko yang mulai terbentuk, Malang berpotensi menjadi ekosistem keuangan muda yang paling aktif dan sehat di Indonesia.

“Kami ingin Malang jadi contoh kota yang sukses mencetak investor muda yang bukan hanya aktif, tapi juga paham risiko dan mampu merencanakan masa depan keuangannya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah