Lumajang, – Badan Geologi mencatat aktivitas letusan Gunung Semeru masih cukup intens. Dalam periode pengamatan selama enam jam, tercatat sebanyak 31 kali letusan terjadi di gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Pengamat Gunung Semeru dari Badan Geologi, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa pengamatan dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu secara visual dominan tertutup kabut.
“Gunung tertutup kabut tingkat 0–I hingga 0–II, asap kawah tidak teramati,” katanya, Jumat (30/1/2026).
Secara meteorologi, cuaca di sekitar Gunung Semeru dilaporkan berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 21 hingga 23 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah timur laut.
“Meski visual aktivitas tidak terpantau secara jelas, data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung,” ungkapnya.
Selain 31 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–22 milimeter dan durasi 76–180 detik, juga tercatat dua kali gempa hembusan serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Ia merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar.
“Selain itu, masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan