Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Semeru Viral di Media Sosial - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 15 Jan 2026 13:11 WIB ·

Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Semeru Viral di Media Sosial


 Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Semeru Viral di Media Sosial Perbesar

Lumajang, – Dugaan penyalahgunaan bantuan sembako bagi korban erupsi Gunung Semeru menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut viral di media sosial TikTok.

Unggahan itu menyebut adanya dugaan keterlibatan anggota DPRD Lumajang terkait keterlambatan distribusi bantuan.
Informasi tersebut diunggah oleh akun TikTok @gmpk_lumajang dan telah ditonton lebih dari 16 ribu kali.

Dalam unggahannya, pemilik akun menyoroti bantuan sembako dari Gubernur Jawa Timur yang dinilai tidak segera disalurkan kepada korban erupsi Gunung Semeru.

Bantuan sebanyak 1.000 paket sembako itu diketahui merupakan hasil usulan Kelompok Tani Cipta Jasa II di Kecamatan Rowokangkung kepada Gubernur Jawa Timur. Usulan tersebut disetujui dan bantuan kemudian dikirim ke rumah ketua kelompok tani.

Namun, bantuan tersebut dilaporkan berada di rumah ketua kelompok tani selama sekitar dua pekan tanpa segera disalurkan kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II, Dulmanan, membenarkan bahwa bantuan tersebut tidak langsung disalurkan seluruhnya kepada korban erupsi Semeru.

Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 500 paket sembako dialihkan untuk membantu korban bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.

“Bantuan langsung ke kelompok tani melalui Abah Idris (anggota DPRD Lumajang), ditaruh di rumah. Sebagian diserahkan ke korban bencana banjir dan puting beliung,” kata Dulmanan Kamis (15/1/2026).

Dulmanan mengakui adanya peran anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki, dalam proses pengiriman bantuan sembako dari Gubernur Jawa Timur tersebut.

Setelah polemik ini mencuat dan menjadi perhatian publik di media sosial, kelompok tani bersama anggota DPRD Lumajang kemudian menyalurkan sisa bantuan sebanyak 500 paket sembako kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Sementara itu, anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki, memberikan klarifikasi terkait keterlambatan pendistribusian bantuan. Ia menyebut keterlambatan terjadi karena perlunya koordinasi serta kesibukan yang bersangkutan.

“Kami masih perlu mengoordinasikan bantuan ini agar pendistribusiannya tepat. Saya juga memiliki kesibukan lain, sehingga mencari waktu terbaik untuk penyaluran,” ujar Idris.

Idris menegaskan bahwa tidak ada bantuan yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, seluruh bantuan telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Saya pastikan tidak ada bantuan yang diambil secara pribadi. Semua sudah disalurkan,” tegasnya.

Saat ini, seluruh 1.000 paket sembako dari Gubernur Jawa Timur tersebut telah disalurkan kepada korban terdampak, baik korban erupsi Gunung Semeru maupun korban bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional