DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 15 Jan 2026 15:46 WIB ·

DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi


 DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi Perbesar

Jember, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menyoroti kinerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) yang dinilai lamban dan tidak transparan dalam pengelolaan data pupuk bersubsidi.

Hal tersebut mengemuka menyusul belum dipenuhinya permintaan data alokasi pupuk bersubsidi yang sangat krusial bagi kelangsungan musim tanam awal tahun 2026.

Komisi B DPRD Jember mengungkapkan keprihatinan serius terhadap kondisi sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang hingga kini masih menyisakan banyak persoalan teknis dan administratif.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan pihaknya telah berulang kali menyampaikan rekomendasi kepada DTPHP agar segera melakukan pembenahan, namun hingga kini respons yang diterima belum memadai.

“Sejak pekan lalu kami sudah meminta data detail alokasi pupuk bersubsidi yang tercantum dalam Surat Keputusan. Data itu penting untuk pengawasan, tetapi sampai hari ini belum diserahkan,” kata Candra, Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, ketertutupan data tersebut berpotensi menghambat fungsi pengawasan DPRD sekaligus memunculkan dugaan lemahnya akuntabilitas birokrasi.

Padahal, data alokasi pupuk bersubsidi menjadi dasar untuk memastikan bahwa jatah pupuk benar-benar tersalurkan kepada petani yang berhak.

Candra juga menekankan pentingnya pemetaan geospasial terbaru dari DTPHP untuk menggambarkan kondisi riil lahan pertanian di lapangan. Menurutnya, perubahan fungsi dan luas lahan tidak bisa diabaikan dalam perencanaan distribusi pupuk.

“Informasi mutakhir sangat diperlukan karena transformasi luas lahan akan berdampak langsung terhadap hasil panen. Kalau datanya tidak valid, kebijakannya juga akan salah,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Trending di Daerah