DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Jan 2026 15:46 WIB ·

DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi


 DPRD Jember Nilai DTPHP Lamban dan Tidak Transparan Soal Data Pupuk Bersubsidi Perbesar

Jember, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menyoroti kinerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) yang dinilai lamban dan tidak transparan dalam pengelolaan data pupuk bersubsidi.

Hal tersebut mengemuka menyusul belum dipenuhinya permintaan data alokasi pupuk bersubsidi yang sangat krusial bagi kelangsungan musim tanam awal tahun 2026.

Komisi B DPRD Jember mengungkapkan keprihatinan serius terhadap kondisi sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang hingga kini masih menyisakan banyak persoalan teknis dan administratif.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan pihaknya telah berulang kali menyampaikan rekomendasi kepada DTPHP agar segera melakukan pembenahan, namun hingga kini respons yang diterima belum memadai.

“Sejak pekan lalu kami sudah meminta data detail alokasi pupuk bersubsidi yang tercantum dalam Surat Keputusan. Data itu penting untuk pengawasan, tetapi sampai hari ini belum diserahkan,” kata Candra, Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, ketertutupan data tersebut berpotensi menghambat fungsi pengawasan DPRD sekaligus memunculkan dugaan lemahnya akuntabilitas birokrasi.

Padahal, data alokasi pupuk bersubsidi menjadi dasar untuk memastikan bahwa jatah pupuk benar-benar tersalurkan kepada petani yang berhak.

Candra juga menekankan pentingnya pemetaan geospasial terbaru dari DTPHP untuk menggambarkan kondisi riil lahan pertanian di lapangan. Menurutnya, perubahan fungsi dan luas lahan tidak bisa diabaikan dalam perencanaan distribusi pupuk.

“Informasi mutakhir sangat diperlukan karena transformasi luas lahan akan berdampak langsung terhadap hasil panen. Kalau datanya tidak valid, kebijakannya juga akan salah,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah