Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Feb 2026 13:46 WIB ·

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan


 Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan Perbesar

Jember, – Meski pembangunan fisik Program Optimasi Lahan (Oplah) di Kecamatan Bangsalsari telah rampung, program tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hal itu lantaran sarana penyedot dan pengaliran air belum tersedia di sejumlah lokasi penerima program.

Temuan tersebut terungkap saat Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa desa penerima Oplah, yakni Desa Banjarsari, Tisnogambar, dan Tugusari.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan di Desa Tisnogambar pembangunan fisik telah selesai, namun belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang utama berupa alat penyedot air. Akibatnya, lahan pertanian yang menjadi sasaran program belum bisa dialiri air.

“Fisiknya sudah selesai, tapi sarana penyedot dan pengaliran airnya belum ada. Jadi belum bisa dimanfaatkan oleh petani,” kata dia, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, di Desa Banjarsari, Komisi B juga meragukan kapasitas bak penampungan air yang diklaim mampu mengairi sekitar 19 hektare sawah. Candra menyebut, meski saat ini musim hujan dengan debit air relatif tinggi, volume air dalam penampungan masih belum memadai.

“Hari ini saja musim hujan, debit air tinggi, tapi penampungannya masih sedikit. Kami ragu bisa mengairi 19 hektare sawah,” katanya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DPRD Jember berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan petani serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

RDP ini dimaksudkan untuk meminta kejelasan terkait perencanaan, penganggaran, serta efektivitas program Oplah.
“Masyarakat meminta keterbukaan informasi tentang rancangan anggaran biaya dan sejauh mana program ini benar-benar bisa mengoptimalkan lahan pertanian,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah