Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 5 Feb 2026 13:46 WIB ·

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan


 Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan Perbesar

Jember, – Meski pembangunan fisik Program Optimasi Lahan (Oplah) di Kecamatan Bangsalsari telah rampung, program tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hal itu lantaran sarana penyedot dan pengaliran air belum tersedia di sejumlah lokasi penerima program.

Temuan tersebut terungkap saat Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa desa penerima Oplah, yakni Desa Banjarsari, Tisnogambar, dan Tugusari.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan di Desa Tisnogambar pembangunan fisik telah selesai, namun belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang utama berupa alat penyedot air. Akibatnya, lahan pertanian yang menjadi sasaran program belum bisa dialiri air.

“Fisiknya sudah selesai, tapi sarana penyedot dan pengaliran airnya belum ada. Jadi belum bisa dimanfaatkan oleh petani,” kata dia, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, di Desa Banjarsari, Komisi B juga meragukan kapasitas bak penampungan air yang diklaim mampu mengairi sekitar 19 hektare sawah. Candra menyebut, meski saat ini musim hujan dengan debit air relatif tinggi, volume air dalam penampungan masih belum memadai.

“Hari ini saja musim hujan, debit air tinggi, tapi penampungannya masih sedikit. Kami ragu bisa mengairi 19 hektare sawah,” katanya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DPRD Jember berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan petani serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

RDP ini dimaksudkan untuk meminta kejelasan terkait perencanaan, penganggaran, serta efektivitas program Oplah.
“Masyarakat meminta keterbukaan informasi tentang rancangan anggaran biaya dan sejauh mana program ini benar-benar bisa mengoptimalkan lahan pertanian,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah