Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 16 Jan 2026 11:30 WIB ·

Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK


 Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK Perbesar

Jember, – Masalah distribusi pupuk bersubsidi di Jember semakin memprihatinkan. Hilangnya nama petani dari daftar e-RDKK menimbulkan kekhawatiran serius karena dapat mengancam hak petani untuk menerima pupuk yang menjadi kebutuhan pokok mereka.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menegaskan pemutakhiran data harus dilakukan dengan cermat. Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun dalam e-RDKK dapat berdampak besar pada hajat hidup masyarakat.

“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemutakhiran data harus dilakukan secara teliti dan segera,” tegas Candra, Jumat (16/1/2026).

Di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, misalnya, sekitar 185 petani yang sebelumnya tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi kini hilang dari data. Akibatnya, mereka berisiko tidak mendapatkan jatah pupuk, yang selama ini menjadi kebutuhan penting untuk kelangsungan usaha pertanian.

Persoalan serupa juga muncul di wilayah lain. Di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, sejumlah kios pupuk tidak menerima formulir e-RDKK, sehingga proses sosialisasi dan distribusi menjadi terhambat. Sementara di Kecamatan Rambipuji, ada kios yang sudah dinyatakan tidak aktif namun tetap mendapatkan alokasi pupuk. Kondisi ini membuat pupuk yang seharusnya bisa dialihkan ke petani aktif menjadi tidak terdistribusi dengan baik.

Candra menegaskan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember harus segera menyelesaikan masalah ini dan memperbaiki sistem pemutakhiran data. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Pupuk bersubsidi adalah kebutuhan mendasar bagi petani. Kesalahan administrasi bisa berdampak serius bagi kehidupan mereka,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah