Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 16 Jan 2026 11:30 WIB ·

Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK


 Puluhan Petani Jember Terancam Kehilangan Pupuk Bersubsidi, DPRD Desak Perbaikan Data e-RDKK Perbesar

Jember, – Masalah distribusi pupuk bersubsidi di Jember semakin memprihatinkan. Hilangnya nama petani dari daftar e-RDKK menimbulkan kekhawatiran serius karena dapat mengancam hak petani untuk menerima pupuk yang menjadi kebutuhan pokok mereka.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menegaskan pemutakhiran data harus dilakukan dengan cermat. Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun dalam e-RDKK dapat berdampak besar pada hajat hidup masyarakat.

“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemutakhiran data harus dilakukan secara teliti dan segera,” tegas Candra, Jumat (16/1/2026).

Di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, misalnya, sekitar 185 petani yang sebelumnya tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi kini hilang dari data. Akibatnya, mereka berisiko tidak mendapatkan jatah pupuk, yang selama ini menjadi kebutuhan penting untuk kelangsungan usaha pertanian.

Persoalan serupa juga muncul di wilayah lain. Di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, sejumlah kios pupuk tidak menerima formulir e-RDKK, sehingga proses sosialisasi dan distribusi menjadi terhambat. Sementara di Kecamatan Rambipuji, ada kios yang sudah dinyatakan tidak aktif namun tetap mendapatkan alokasi pupuk. Kondisi ini membuat pupuk yang seharusnya bisa dialihkan ke petani aktif menjadi tidak terdistribusi dengan baik.

Candra menegaskan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember harus segera menyelesaikan masalah ini dan memperbaiki sistem pemutakhiran data. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Pupuk bersubsidi adalah kebutuhan mendasar bagi petani. Kesalahan administrasi bisa berdampak serius bagi kehidupan mereka,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah